Raker Baitul Maal Fokus Penguatan Lembaga dan Pengelolaan Zakat

Jumat, 30 November 2018, November 30, 2018 WIB Last Updated 2018-11-30T03:21:33Z

Banda Aceh-Baitul Maal Aceh kembali menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Baitul Maal Kabupaten/Kota se-Aceh tahun 2018. Raker kali ini membahas seputar penguatan kelembagaan dan pengelolaan zakat.

“Sengaja kita angkat tema tersebut mengingat saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sedang membahas qanun baru Baitul Maal Aceh yang tak lama lagi akan disahkan,” kata Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Zamzami Abdulrani dalam sambutannya yang diwakili Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Syariah, Armia Ibrahim, Selasa (27/11/2018) di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh.

Menurut Plt Kepala Baitul Maal Aceh, kehadiran para kepala Baitul Maal dan kepala Sekretariat Baitul Maal Kabupaten/Kota se-Aceh dapat memberikan masukan terhadap qanun baru yang akan disahkan nanti. Sehingga masalah-masalah pengelolaan yang selama menjadi kendala mendapatkan solusi dalam qanun baru.

Raker Baitul Maal Aceh tahun 2018 dibuka oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Aceh, Iskandar Syukri. Dalam arahannya Nova mengapresiasi kinerja Baitul Maal Aceh dan Baitul Maal Kabupaten/Kota se-Aceh.

“Sejauh ini kita melihat kinerja Baitul Maal Aceh cukup baik, bahkan tahun 2018 ini Baitul Maal Aceh kembali mendapatkan penghargaan Baznas Award untuk kategori ‘Baznas Provinsi Terbaik se-Indonesia’, untuk itu kami memberi apresiasi semoga capaian tersebut terus ditingkatkan,” ujar Plt Gubenur.

Ia menambahkan, pendapat dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2016, Baitul Maal Aceh penerimaan dana zakat sebesar 25 miliar, sedangkan dana infak dan sedekah sebesar 22,4 miliar.

Sementara pada tahun 2017 meningkat, dana zakat yang dikumpulkan sebesar 52 miliar sedangkan dana infak dan sedekah sebesar 23,5 miliar.

“Ini merupakan capaian yang cukup baik, namun jika dibanding dengan potensi zakat se-Aceh sebesar 1,4 triliun, Baitul Maal masih memiliki pekerjaan besar untuk mencapai potensi tersebut. Saat ini yang sudah dihimpun zakat se-Aceh sekitar 300 miliar. Oleh karena itu Baitul Maal perlu terus melakukan terobosan-terobosan untuk mendorong muzaki agar sadar membayar zakat,” ungkap Plt Gubernur.

Terakhir kata Plt Gubernur Aceh, untuk meningkatkan kinerja Baitul Maal Aceh pada tahun mendatang perlu disusun rencana strategis, penguatan koordinasi, dan sinergi program agar pencapaiannya lebih baik lagi.

“Oleh karena itu dengan dilaksanakan rapat kerja hari ini semoga kelembagaan Baitul Maal se-Aceh dan pengelolaan dana ZIS semakin baik,” tutupnya.

Raker Baitul Maal se-Aceh tahun 2018 dilaksanakan selama tiga hari yaitu mulai 27-29 November 2018. Yang menjadi narasumber pada Raker kali ini yaitu dua guru besar dari UIN Ar-Raniry, Prof Syahrizal Abbas dan Prof Alyasa Abubakar dan satu orang dari Komisi VII DPRA, Zulfikar Lidan.

Red
Komentar

Tampilkan

Terkini