Ads (728x90)


Banda Aceh -Untuk kedua kali Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata Aceh menyelenggarakan pagelaran seni bertajuk "Kesaksian Maestro Sastra Aceh Maskirbi, Hasyim KS, M Nurgani Asyik" di Gedung Indoor Taman Seni dan Budaya Aceh pada Minggu malam, 15 Maret 2020.

Pentas tersebut untuk mengenang kesaksian para seniman Aceh terhadap tiga tokoh maestro sastra yang telah tiada yakni Maskirbi, Hasyim KS, M Nurgani Asyik. Meski sepi penonton namun acara berlangsung haru, dan penuh keakraban, karena dihadiri para keluarga, rekan, sahabat, murid dan teman ketiga seniman tersebut. 

Acara pagelaran dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin SE yang diwakili Suburhan SH. Dalam sambutannya, mengatakan menyambut baik pagelaran Kesaksian Maestro Sastra Aceh malam tadi. Ditambahkannya, dinas memahami keterbatasan anggaran terhadap fasilitas yang ada di Taman Seni dan Budaya Aceh  seperti AC dan lainnya.

"Nantinya terus diperhatikan, juga penyelenggaraan sastra Aceh ke depan terus kita dukung, " ucapnya.


Sementara itu, Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh Elli Zuwarni S Sn mengatakan, meskipun kondisi pagelaran bertepatan dengan saat menjelang hari pertama libur sekolah karena Virus Corona, namun agenda pagelaran tetap dilangsungkan.

Dia berharap, dukungan seluruh pihak agar dapat meningkatkan kesuksesan pengelolaan, terkait seni budaya Aceh lewat program-programnya selaku kepala, dan dapat bersinergi. 

Elli Zuwarni yang juga merupakan kerabat ketiga sosok maestro yang dikenang, tampil membacakan puisi dengan penuh haru, dan sempat mengeluarkan tetesan air mata.

Agenda acara berupa doa, dan renungan, pembacaan puisi serta testimoni untuk 3 tokoh sastrawan maestro Aceh. Acara berlangsung santai dan penuh keakraban, para penonton serta undangan diberikan kesempatan menyampaikan testimoni, dan pementasan untuk mengenang tiga tokoh sastra tersebut. 



Para seniman yang tampil diantaranya, Hasbi Burman (Presiden Rex), Din Saja, Thayeb Loh Angen, Ampon Nazar (Zal Debus), M Yusuf Bombang (Apa Kaoy).

Ada juga Bengkel Musik Batas, yang menampilkan karya puisi Maskirbi dalam bentuk musikalisasi puisi diisi oleh personil lengkap, diantaranya Rahmat Sanjaya, Zulfikar (adik alm Zulkirbi) yang sering juga dikenal dengan nama Zulkirbi, Iwan Setiawan, dan lainnya.

Selanjutnya, pada sesi pertunjukan yang dinamakan tadarus puisi, hadir Zulfikar Sawang yang membacakan puisi Maskirbi dengan judul Serdadu Tua, diiringi musik akustik Rahmat Sanjaya dan Zulfikar, kolaborasi tiga sekawan ini berlangsung spontan tanpa persiapan sebelumnya.

Diakhiri penampilan Rafli Kande,  yang juga dulu memiliki hubungan  dengan almarhum Maskirbi, dengan gitar akustiknya membawakan lagu ciptaan puisi Maskirbi bertajuk Jangan Bermain Api.

Hadir juga Yamin Seda, seniman Aceh yang pernah 8 tahun menetap di lingkungan Taman Budaya. Ia mengajak para undangan dan penonton untuk sama-sama mengirimkan doa, dan bacaan surat Al-Fatihah. 

Red



Posting Komentar