Iklan

Omset Menurun, Ini Harapan Pengusaha Warkop di Banda Aceh

Jumat, 29 Januari 2021, Januari 29, 2021 WIB Last Updated 2021-01-29T05:54:32Z


Banda Aceh - Sejak pandemi Covid-19 melanda Aceh, para pengusaha warung kopi di Kota Banda Aceh, mengaku kena imbas. Omset penjualan mereka sempat menurun.


 “Kami berharap semoga pandemi virus Corona yang terjadi saat ini bisa berlalu. Pelanggan bisa tetap sehat sehingga bisa kembali ke warung kopi, " kata Iskandar, pemilik Warung Kopi Check Yuke kepada media ini saat dijumpai warungnya di Lampineung Banda Aceh.

 

Dia menjelaskan Warkop Check Yuke memiliki 3 warkop, yakni 2 di Banda Aceh dan 1 di Medan, pada saat awal pandemi ketika pemerintah membatasi pembukaan warkop dengan mengarahkan pembeli agar membeli bungkus untuk dibawa pulang, omset warkop menukik turun.


"Sempat juga karyawan diliburkan selama 2 minggu. Namun meski sempat menurun, karyawan tidak ada yang dirumahkan, tetap digaji karena kami mengutamakan kekeluargaan, " imbuhnya.


Ditambahkannya, kini walaupun belum seperti semula jumlah pengunjung mulai bergerak stabil, protokol kesehatan pun dilakukan demi kenyamanan pengunjung.


Harapannya bisnis warung kopi di Banda Aceh bisa kembali berdenyut, jelas chek sapaan akrabnya, yang mengolah kopinya sendiri dengan melibatkan karyawan kini mencapai 100 orang.

 



Sementara itu, Ali owner Warkop Ali Kopi di Lampaseh Banda Aceh mengatakan pandemi Covid-19 memang sempat membuat omsetnya menurun sesaat.


"Pada saat bersamaan kita juga menambah luas warung agar lebih lapang, sehingga lebih banyak pelanggan bisa masuk kemari. Kemudian baru omset kembali stabil dan tetap buka 24 jam, " urainya.


Warkopnya memiliki segmen pasar untuk semua kalangan sebagai tempat bersantai, kini rata-rata sehari bisa menghabiskan 10 kilogram kopi, sementara kopinya berasal dari Takengon dan diolah sendiri, lanjutnya.


Ditambahkannya, ketika awal pandemi warkopnya sering didatangi petugas agar menerapkan protokol kesehatan, sejumlah wastafel pun disiapkan Ali, agar pelanggan bisa mencuci tangannya sebelum masuk ke warkop.


"Semoga virus ini tidak ada lagi, sehingga pengunjung warung kopi bisa duduk kembali seperti biasa, " ujarnya yang kini dibantu 26 orang karyawan.


Soraya

Komentar

Tampilkan

Terkini