Iklan

Duta Literasi Aceh Tampil di Podcast

Selasa, 30 Maret 2021, Maret 30, 2021 WIB Last Updated 2021-03-30T10:47:02Z

Aceh Tamiang. Literasi dasar yang terdiri atas baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewargaan merupakan bagian dari kecakapan abad XXI. Bersama dengan kompetensi dan karakter, ketiga hal tersebut akan bermuara pada pembelajaran sepanjang hayat.


Dalam konteks nasional, Puspendik Kemendikbud mengembangkan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia yang setara dengan PIRLS. AKSI mengukur kemampuan siswa dalam mata pelajaran membaca, matematika, dan sains. 


Sayangnya, hasil PIRLS, AKSI, dan PISA peserta didik Indonesia, khususnya dalam keterampilan memahami bacaan, masih tergolong rendah. Hal ini menunjukkan bahwa proses pendidikan belum secara maksimal dapat mengembangkan kompetensi dan minat peserta didik terhadap pengetahuan. Untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) digulirkan sejak Maret 2016.


Akan tetapi, hingga sekarang belum banyak pengaruhnya terhadap hasil belajar karena baru berada pada tahap sosialisasi dan koordinasi. Program GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. 


Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah “kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai”. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapatdikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.


Dalam hal ini, diperlukannya keikutsertaan siswa dalam memajukan program Gerakan Literasi Sekolah. M. Rafli Althoriq Mustafa sebagai salah satu Duta Literasi Aceh dan masih menjadi siswa aktif di SMKN 1 Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang mengajak kepada seluruh pelajar untuk ikut aktif mengembangkan budaya literasi.


Red

Komentar

Tampilkan

Terkini

Seputar%20Nanggroe

+