Iklan

MQK II Aceh Resmi Ditutup, Subulussalam Juara Umum

Minggu, 17 Oktober 2021, Oktober 17, 2021 WIB Last Updated 2021-10-19T01:02:36Z


Banda Aceh - Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK)-II Aceh Tahun 2021 resmi berakhir dalam acara penutupan yang dilaksanakan di Komplek Asrama Haji Banda Aceh, pada Sabtu malam (16/10).


Kegiatan yang digagas Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh ini diikuti 20 kabupaten/kota se-Aceh. MQK tingkat provinsi ini telah berlangsung lancar selama tiga hari.


Pada MQK kedua ini diperlombakan 10 cabang. Masing-masing untuk tingkat ula sebanyak 2 cabang (ahklak dan tauhid), tingkat wustha 4 cabang (fiqh, tarikh, tafsir dan hadist), dan tingkat ulya sebanyak 4 cabang (nahwu, ushul fiqh, ilmu tafsir dan balaghah). Total peserta sebanyak 380 orang, yang didampingi 80 pendamping dan 80 orang official.


Pada MQK tahun ini Kota Subulussalam keluar sebagai juara umum Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) II Aceh Tahun 2021 yang diselenggarakan dari tanggal 13-16 Oktober.


Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S Ag MH mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan MQK-II Aceh Tahun 2021 ini, sehingga acara berlangsung dengan baik dan lancar hingga acara penutupan.


“Sumbangsih Bapak dan Ibu sekalian akan dicatat sebagai amal yang baik oleh Allah SWT. Disamping itu, kami juga mengucapkan permohonan maaf kepada semua kafilah, dan official dari 20 kabupaten dan kota atas kekurangan yang ada selama proses berlangsung nya MQK-II ini, " ucapnya.


“Kesempurnaan memang bukan milik kita manusia. Begitu juga dengan acara yang berlangsung secara sederhana ini dikarenakan kondisi pandemi Covid -19 yang belum mereda sampai saat ini. Acara ini digelar dengan susah payah karena kita semua harus mematuhi Protokol Kesehatan dan menerapkan 5 M,"  jelas mantan Kabiro Isra Setda Aceh ini.


Zahrol Fajri juga menyampaikan kepada para Kafilah MQK, agar terus mempersiapkan diri untuk menghadapi Kompetisi MQK tingkat Nasional. Harapannya kepada para kafilah agar dapat mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional. Teruslah belajar, selain berguna bagi diri sendiri, sudah pasti juga bermanfaat bagi orang lain, pintanya.



Sementara itu, dalam acara penutupan Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT diwakili Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya Manusia dan Hubungan Kerjasama Drs Bukhari MM, membaca sambutan Gubernur mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada para ulama, abu-abu, teungku-teungku, dan pimpinan dayah yang tiada lelah mendidik dan mencetak generasi santri Aceh berkualitas.


Karena, di tengah derasnya arus informasi belakangan ini, terlihat adanya trend penurunan mengkaji kitab kuning. Ke depan, hal ini bisa berefek pada makin berkurangnya generasi Aceh yang menguasai literatur keislaman khas tersebut, lanjutnya.


“Karenanya banyak terimakasih kepada para Abu Pimpinan Dayah dan melalui musabaqah ini kita gaungkan kembali minat membaca dan mengkaji kitab kuning di kalangan santri,” harapnya.


Di sisi lain, kebiasaan membaca kitab kuning juga harus menyebar ke dalam masyarakat umum. Komunitas- komunitas pengajian di luar dayah diharapkan ikut menggalakkan kegiatan membaca kitab kuning, tambahnya.


Koordinator Dewan Hakim MQK-II Tgk H Faisal Ali (Lem Faisal) yang membacakan hasil menyebutkan Kota Subulussalam keluar sebagai juara umum MQK II Aceh Tahun 2021.


Kafilah dari Kota Subulussalam unggul dalam 6 cabang yaitu Tauhid putra Predikat Juara 1, Akhlak Putra Predikat Juara 1, Akhlak Putri Predikat Juara 1, Fiqh Putri Predikat Juara 1, Tafsir Putri Predikat Juara 1, dan Balaghah Putra Predikat Juara 1.


“Jadi dengan perolehan tertinggi itu, maka Kota Subulussalam berhasil membawa pulang Piala Bergilir MQK Ke-II Aceh Tahun 2021,” sebutnya.


Kemudian disusul Kabupaten Banda Aceh yang unggul dalam 3 cabang diantaranya Tauhid Putri dengan Predikat juara 1, Hadist Putri dengan Predikat juara 1, Balaghah Putri dengan Predikat Juara 1.


Untuk perolehan juara ketiga diraih oleh Kabupaten Aceh Selatan yang unggul di 3. Cabang yaitu Hadist Putra dengan Predikat Juara 1, Tafsir Putra dengan Predikat juara 1 dan Tafsir Putri dengan Predikat Juara 2. Kemudian disusul oleh Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, Aceh Utara dan Pidie. 


Kepala Bidang Pemberdayaan Santri Dinas Pendidikan Dayah Aceh Irwan SHi M.Si menginformasikan dari 8 orang finalis dari Kota subulussalam, 6 orang merupakan Santri Dayah Perbatasan Minhajussalam Kota Subulussalam, yang merupakan Dayah binaan Pemerintah Aceh. “Kami pastinya ikut merasa bangga terhadap perolehan itu,” ujarnya singkat.


Red


Komentar

Tampilkan

Terkini