Generasi Pejuang Darul Islam Bertarung Dalam Pemilu Aceh

Selasa, 09 Januari 2024, Januari 09, 2024 WIB Last Updated 2024-01-10T15:31:57Z

 

 

 


 

 

Satu persatu  generasi para pejuang Darul Islam di Aceh terjun ke dunia politik, paling anyar adalah kehadiran Fauzi, cucu Komandan Batalyon Darul Islam di Lam Ateuk Letnan Teuku Ismail Sabi, naik dari Partai Gerindra untuk bisa mendapatkan kursi  di DPRK Aceh Besar.

 


Lelaki 49 tahun itu naik dari Dapil 5 Kecamatan Blang Bintang, Kuta Baro, Krueng Barona Jaya dan Kecamatan Ingin Jaya. Dia mendapatkan nomor urut 5, bersamanya  juga naik seorang cucu Pejuang Darul Islam Abdullah dari Batalion yang sama bernama Munawar.

 


Munawar memilih berjuang lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Dapil 1 Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, untuk dapat memiliki kursi Legislatif DPR Aceh. Lelaki berkulit gelap ini mendapatkan nomor urut 1 dari partainya.

 

Kehadiran generasi Pejuang Darul Islam telah lama mewarnai politik Aceh, dari Partai PPP ada Ilmiza Sa,aduddin Djamal yang naik dari Dapil 1 ke DPR Aceh, bersamanya ada adik kandung Ilmiza bernama Illiza Sa,aduddin Djamal berjuang untuk   mendapatkan kursi DPRRI dari Dapil 1 Aceh.

 

Kedua kakak beradik itu adalah cucu tokoh Darul Islam Tgk Zaini Bakrie, sementara dari partai PAN ada Tezar Azwar yang naik ke DPR Aceh melalui Dapil 1 Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang. Tezar adalah cicit tokoh Darul Islam Tgk Wahab Keunaloi.


Perjuangan Darul Islam atau DI/TII di Aceh berlangsung dari tahun 1953 sampai tahun 1962. Pada tahun 1959 terjadi perdamaian antara Pemerintah Indonesia dengan DI/TII, yang diprakarsai oleh Mr Hardi dari Pemerintah Pusat, dan Manyor A Gani Usman mewakili  Dewan Revolusi, sebuah faksi dari Darul Islam.

 

Tarmizi Alhagu.


Komentar

Tampilkan

Terkini