Akibat Ekonomi Buruk Dagangan Kebab Hanya Habis 3 Kg/Hari Di Festival Aceh Ramadhan

Senin, 01 April 2024, April 01, 2024 WIB Last Updated 2024-04-01T15:27:51Z


Yusuf Bey

                                                          


Banda Aceh - Akibat ekonomi Aceh memburuk dagangan Kebab Yusuf Bey hanya lagu sekitar 3 kg daging / hari. Demikian kata lelaki Turki yang menikahi wanita Aceh enam tahun lalu itu, di lapak dagangannya pada event Festival Aceh Ramadhan, Minggu malam (31/03) di Pelataran Ex Hotel Aceh, yang berada dekat dengan Taman Sari, Banda Aceh.

 

Dengan kebab sebanyak itu, Yusuf hanya bisa meraup sekitar 1-2 juta Rupiah. Ia juga menjual minuman dingin di lapaknya. Biasanya kata Yusuf, dia bisa menghabiskan 15 kg daging sapi setiap hari.

 

Yusuf mengatakan sebenarnya dirinya bukan penjual kebab, dia datang ke Aceh untuk menikahi istinya enam tahun lalu dari Belgia. Saat itulah Yusuf mulai menjual kebab untuk kebutuhan rumah tangga.

 https://youtu.be/m4ww1Wxlsts

Suasana Festival Aceh Ramadhan
Minggu Saat Berbuka Puasa 


Sistem Reservasi 

Sampai Minggu sore lokasi Festival Aceh Ramadhan masih ramai dikunjungi warga, semua tempat duduk lesehan yang disediakan penuh terpakai. Namun satu baris tempat duduk yang berada di depan panggung dikatakan oleh seorang petugas Event Organizer harus dipesan melalui Reservasi.

 

Sistim Reservasi itu sangat mengganggu warga yang sudah berada di lokasi namun belum kebagian tempat duduk. Sementara tempat duduknya sudah dituliskan nama pemesan lewat Reservasi, padahal pemesannya tidak berada di lokasi.

 

Sistim Reservasi ini membuat sebuah pemisah antara warga biasa dan orang yang sudah memesan tempat, dengan alasan yang disampaikan panitia dikarenakan terjadi keributan karena pengunjung terlalu banyak di hari pertama festival.

 

Sejatinya pengunjung pada hari pertama justru normal-normal saja tanpa terjadi keributan. Tidak terlalu ramai, bahkan lebih ramai pada Minggu sore. Pelayanan ini mengingatkan kita pada masa kekuasaan Cumbok tahun 1946 lalu, ada warga kelas satu yang harus di istimewakan, yang telah ditumpas pasukan PUSA hingga sisanya kabur keluar Aceh.


Tarmizi Alhagu




Komentar

Tampilkan

Terkini