Asyiknya melihat kegiatan Wagub Aceh Fadlullah dalam beberapa hari ini. Semua aktivitasnya selalu dengan hidangan penuh sajian di atas meja.
Saat dia mengundang Forkompinda ke ruang rapat kerjanya di Kantor Gubernur pada Jumat (25/09), di depan para pimpinan sipil dan militer itu, tersaji sebungkus bu kulah di atas piring.
Di tengah meja penuh dengan aneka lauk pauk. Tampak tertutup di dalam wadah saji porselen yang mewah. Seisi meja dipenuhi kuliner terlezat untuk para pejabat. Jika rakyat melihatnya, pasti bertanya ini acara rapat untuk membahas Aceh, atau acara makan enak.
Pada kegiatan lainnya, Wagub Fadlullah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh Timur pada Minggu (27/09). Ketika dia berdiri berpidato memperlihatkan sajian kelapa muda dan air mineral di atas meja.
Lazimnya setiap acara maulid biasanya ada khanduri, artinya Fadlullah pajoh mangat lagi. Boleh jadi ada menu kuah beulangong, udeung tumeh, sie reuboh sampai payeh bileh.
Begitulah aktivitas Wagub Fadlullah beserta sajian hidangannya. Dalam dua kegiatan saja itu dia berhadapan dengan menu penuh kenikmatan.
Bagi kita orang biasa, melihat sajian kegiatan Wagub Fadlullah, adalah sebuah kenikmatan yang sulit dijangkau. Apalagi untuk rakyat yang sedang terhimpit ekonomi saat ini, seperti mimpi bisa menikmati sajian enak.
Tetapi bagi seorang Wagub Aceh Fadlullah, semua hidangan itu adalah lumrah. Semua fasilitas yang diberikan negara, melekat pada seorang Wagub selama menjabat.
Tapi apapun itu, tak usahlah membahas habis fasilitas negara, yang diperoleh Fadlullah. Karena semua fasilitas itu sah untuk dirinya, cukuplah kita melihat saja Fadlullah melewatkan hari- harinya dengan pajoh mangat. Sementara kami rakyat masih berpikir makan apa hari ini.
Tarmizi Alhagu

