-->

Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres ‎

Selasa, 20 Oktober 2026, Oktober 20, 2026 WIB Last Updated 2026-10-20T14:27:47Z



‎Jakarta - Gelombang desakan moral meluas menjelang dua tahun masa kepemimpinan nasional. Forum Guru Besar Indonesia mendesak Gibran Rakabuming Raka agar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Presiden.

‎

Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka bertajuk “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional” yang ditandatangani ratusan guru besar di Indonesia.


‎Dilansir dari rmol.id, surat tertanggal 19 Oktober 2026 itu disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang berkaitan dengan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024.

‎

‎Forum Guru Besar Indonesia menilai putusan MK tersebut memunculkan persoalan moral dan etika terkait keabsahan dokumen pendidikan Gibran. Mereka pun antara lain menyoroti pertimbangan hakim yang tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai keabsahan dokumen atau ijazah luar negeri yang setara dengan pendidikan SLTA sederajat saat pendaftaran Pilpres 2024.

‎

‎Dalam suratnya, Forum Guru Besar Indonesia mengamini bahwa MK tidak menjatuhkan sanksi diskualifikasi karena persoalan kedudukan hukum pemohon dan batasan prosedural hukum formal. Namun, mereka menilai persoalan tersebut tetap memiliki implikasi moral terhadap legitimasi kepemimpinan nasional yang sedang berjalan.

‎

‎Forum Guru Besar Indonesia kemudian menyampaikan tiga poin keprihatinan dan desakan moral, yakni; runtuhnya keteladanan dan etika bernegara, krisis legitimasi di mata generasi muda dan institusi pendidikan, serta beban politik bagi Presiden dan stabilitas nasional.

‎

‎Para Guru Besar menilai persoalan tersebut juga sangat erat kaitannya dengan integritas pejabat publik dan keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

‎

‎“Bagaimana mungkin kami, para pendidik di perguruan tinggi, dapat terus menanamkan nilai-nilai integritas akademik, kerja keras, kejuangan, dan kepatuhan hukum kepada jutaan mahasiswa, jika di saat yang sama, posisi Wakil Presiden Republik Indonesia diraih melalui proses yang cacat secara administratif?” demikian salah satu petikan surat tersebut, dikutip Selasa, 20 Oktober 2026.

‎

‎Forum Guru Besar Indonesia juga mengingatkan bahwa polemik mengenai legitimasi moral kepemimpinan berpotensi mengikis kredibilitas pemerintah, baik di dalam negeri maupun di mata internasional.

‎

‎Atas dasar itu, mereka meminta Gibran mengambil langkah dan keputusan kesatria untuk mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden, demi menjaga kehormatan lembaga kepresidenan dan etika kehidupan berbangsa.

‎

‎“Oleh karena itu, demi menjaga marwah lembaga Kepresidenan, memulihkan etika kehidupan berbangsa, kebaikan serta keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan ini kami menghimbau dan mendesak Saudara Gibran Rakabuming Raka untuk segera mengambil langkah kesatria dan berjiwa besar dengan menyatakan Mengundurkan Diri dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia,” tulis pernyataan Forum Guru Besar Indonesia.

‎

‎Tak hanya Gibran, surat terbuka itu juga turut mendesak perhatian Presiden RI Prabowo Subianto agar melihat persoalan itu bukan semata sebagai dinamika politik, melainkan sebagai ujian terhadap komitmen menjaga etika di lingkungan pemerintahan.

‎

‎Selain itu, mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga turut didesak untuk bijaksana dalam memberikan pandangan terkait polemik tersebut.

‎

‎“(Presiden RI Prabowo Subianto dan mantan Presiden Jokowi) justru menjadi alamat surat,” kata Prof Din Syamsuddin saat dikonfirmasi RMOL beberapa saat lalu.

‎

‎Surat terbuka itu mencantumkan 13 nama inisiator, yakni:

‎

‎1. Prof. M. Din Syamsuddin

‎2. Prof. Ryaas Rasyid

‎3. Prof. Ganjar Kurnia

‎4. Prof. Idrus Paturusi

‎5. Prof. Nuhfil Hanani

‎6. Prof. M. Nasih

‎7. Prof. Amran Razak

‎8. Prof. La Ode M. Aslan

‎9. Prof. Rochmat Wahab

‎10. Prof. Connie Rahakundini Bakrie

‎11. Prof. Nandang Sutrisno

‎12. Prof. Fathul Wahid

‎13. Prof. Lukman Hakim

‎

‎Adapun, nama-nama Guru Besar Indonesia lainnya yakni:

‎

‎14. Prof. A. Zaenurrosyid

‎15. Prof. Abdul Basit

‎16. Prof. Abdul Haris Fatgehipon

‎17. Prof. Abrar

‎18. Prof. Achmad Nurmandi

‎19. Prof. Adam Wiryawan

‎20. Prof. Adang Djumhur Salikin

‎21. Prof. Agus Taufiq

‎22. Prof. Ahmad Badawi Saluy

‎23. Prof. Ahmad Sarbini

‎24. Prof. Akbar Silo

‎25. Prof. Alaiddin Koto

‎26. Prof. Ali Maksum

‎27. Prof. Aminuddin Ilmar

‎28. Prof. Aminuddin Mane Kandari

‎29. Prof. Amung Ma'mun

‎30. Prof. Andi Faisal Bakti

‎31. Prof. Andi Iqbal Burhanuddin

‎33. Prof. Armin

‎34. Prof. Asep Usman Ismail

‎35. Prof. Asmawi

‎36. Prof. Asna Husin

‎37. Prof. Bambang Irawan

‎38. Prof. Budi Santoso

‎39. Prof. Budi Setiadi Daryono

‎40. Prof. Bukhori Abdul Shomad

‎41. Prof. Bunyamin Maftuh

‎42. Prof. Burhanuddin

‎43. Prof. Chairul A. Nidom

‎44. Prof. Dedy Takdir Syaifuddin

‎45. Prof. Denny Indrayana

‎46. Prof. Deti Nurhayati

‎47. Prof. Didin Nurul Rosidin

‎48. Prof. Didin Saripudin

‎49. Prof. Dikdik Zafar Sidik

‎50. Prof. Dimyati

‎51. Prof. Djawahir Hejzziey

‎52. Prof. Dradjad Irianto

‎53. Prof. Dwi Agus Sudjimat

‎54. Prof. Elimartati

‎55. Prof. Endang Sutisna Sulaeman

‎56. Prof. Enjang Akhmad Juanda

‎57. Prof. Fauzan Saleh

‎58. Prof. Fauziyah Harahap

‎59. Prof. Firman D. Syah

‎60. Prof. Ghozali Maski

‎61. Prof. Hadi Machmud

‎62. Prof. Heni Noviarita

‎63. Prof. Herri

‎64. Prof. Heru Kurnianto Tjahjono

‎65. Prof. Heru Susetyo

‎66. Prof. Hesti Armiwulan Sochmawardiah

‎67. Prof. Ibrahim Siregar

‎68. Prof. Imam Suprayogo

‎69. Prof. Irza Sukmana

‎70. Prof. Jarnawi Afgani Dahlan

‎71. Prof. Kusman Ibrahim

‎72. Prof. La Rianda Baka

‎73. Prof. La Rianda Baka

‎74. Prof. Lukman Asha

‎75. Prof. Luqman Hakim

‎76. Prof. M. Aswin

‎77. Prof. M. Furqon

‎78. Prof. M. Janib Achmad

‎79. Prof. M. Sihab Ridwan

‎80. Prof. M. Syaom Barliana

‎81. Prof. Mahsun

‎82. Prof. Mahyuddin Barni

‎83. Prof. Mahyuddin K. M. Nasution

‎84. Prof. Mas Yedi Sumaryadi

‎85. Prof. Masruchin Rubai

‎86. Prof. Memed Sueb

‎87. Prof. Mhd. Buhari Sibuea

‎88. Prof. Moch. Qasim Mathar

‎89. Prof. Moch. Tolchah

‎90. Prof. Muhajir Utomo

‎91. Prof. Muhamad Syamsudin

‎92. Prof. Muhammad Chirzin

‎93. Prof. Muhammad Nur

‎94. Prof. Muharram

‎95. Prof. Mukti Ali

‎96. Prof. Muzakkir

‎97. Prof. Nadjib Bustan

‎98. Prof. Naelati Tubastuvi

‎99. Prof. Noermijati

‎100. Prof. Normuslim

‎101. Prof. Nur Hadi Ihsan

‎131. Prof. Suyata

‎102. Prof. Nurdin Saidi

‎103. Prof. Nurman

‎104. Prof. Nurul Barizah

‎105. Prof. Ridha Dharmajaya

‎106. Prof. Rofiaty

‎107. Prof. Rosdanelli Hasibuan

‎108. Prof. Roslina Alam

‎109. Prof. Rukmina Gonibala

‎110. Prof. Sardjuningsih

‎111. Prof. Sariffudin Fatmona

‎112. Prof. Selamat Triono Ahmad

‎113. Prof. Setyo Widagdo

‎114. Prof. Siswanto Masruri

‎115. Prof. Sri Puryono KS

‎116. Prof. Sri Zul Chairiyah

‎117. Prof. Suadi Sa'ad

‎118. Prof. Subandi

‎119. Prof. Sudarminto S. Yuwono

‎120. Prof. Sugeng Purwanto

‎121. Prof. Sugiyanto

‎122. Prof. Suhadi Ibnu

‎123. Prof. Suhana

‎124. Prof. Sukarmi

‎125. Prof. Sukirno

‎126. Prof. Sukron Kamil

‎127. Prof. Sumantri

‎128. Prof. Suparman Marzuki

‎129. Prof. Supiana

‎130. Prof. Suradi Wijaya Saputra

‎130.Prof Suyata

‎132. Prof. Syafiuddin

‎133. Prof. Syafrial

‎134. Prof. Syafruddin

‎135. Prof. Syafruddin Syarif

‎136. Prof. Syahidin

‎137. Prof. Syahrir Mallongi

‎138. Prof. Tajul Arifin

‎139. Prof. Takdir Rahmadi

‎140. Prof. Triyo Supriyatno

‎141. Prof. Umar Burhan

‎142. Prof. Unti Ludigdo

‎143. Prof. Wahyudi

‎144. Prof. Widiastuti

‎145. Prof. Yaslis Ilyas

‎146. Prof. Yayan Rahtikawati

‎147. Prof. Yayan Sopyan

‎148. Prof. Yeni Huriani

‎149. Prof. Yusri Yusuf

‎150. Prof. Zainal Muttaqin

‎

Komentar

Tampilkan

Terkini