Aceh Besar-Sebuah lubang besar sedalam lebih dua meter, dengan diameter hampir memakan separuh badan jalan, membelah Ruas Jantho-Lamno sekitar empat kilo meter di barat desa Cucum.
Lobang besar itu berada disisi turunan tajam dari lintasan Lamno ke Jantho, tidak ada rambu-rambu apapun disana, untuk memberi informasi kepada pengguna jalan.
Dengan kondisi tanpa lampu dimalam hari, lobang besar di badan jalan itu bisa sewaktu-waktu mengambil korban jiwa.
Keberadaan lobang besar diruas Jantho-Lamno sudah berlangsung bertahun-tahun, tetapi hingga kini belum ada perbaikan oleh instansi yang bertanggung jawab terhadap jalan itu.
Ruas Jantho-Lamno sepanjang puluhan kilo meter dibangun, untuk menghindari kecelakaan lalulintas, dan memperpendek waktu tempuh di ruas Banda Aceh-Lamno, bila lobang ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin korban jiwa akan jatuh.
Banyak Kebun Kosong.
Diruas Jantho-Lamno juga banyak warga telah memagar kawat kebun-kebun, sepanjang tiga kilo meter pertama dari desa Cucum, kebun dibiarkan tanpa tanaman perkebunan dan holtikultura, tidak pula dijadikan lokasi peternakan sapi atau kambing.
Sebagian pagar kawat sudah kelihatan berkarat menghitam, sebagian telah disulam dengan pagar kawat yang baru.
Ruas Jantho-Lamno adalah centrum baru harapan pertumbuhan ekonomi Aceh, pemerintah Propinsi, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Jaya, belum melakukan kegiatan ekonomi apapun dikawasan ini.
Sepanjang jalanan yang sepi itu, kini hanya dimanfaatkan oleh Mafia ilegal logging untuk menjarah kayu hutan, suara mesin pemotong kayu, bahkan bisa didengar oleh pelintas di jalan itu.
Tarmizi Alhagu.