Ilustrasi AI
Dari pesanggrahannya di London, Inggris, Denny Januar Ali, Pendiri Lingkaran Survei Indonesia dan Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Energi menelepon pejabat tinggi dan menteri di lingkaran inti Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 27 Juli 2026, itu tengah melawat ketika hasil jajak pendapat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dirilis sehari sebelum percakapan Denny dengan orang-orang dekat Prabowo atau Ahad, 26 Juli 2026.
Dalam hasil survei SMRC yang dikerjakan pada pertengahan Juli 2026 tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo melorot menjadi 51,1 persen. Padahal, delapan bulan sebelumnya atau November 2025, approval rating Ketua Umum Partai Gerindra itu sempat menyentuh 81,2 persen.
Denny bercerita, ia memberi masukan kepada para kolega Prabowo di Istana agar tak mengabaikan hasil survei SMRC. Angka-angka statistik itu dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah. Selain itu, tingkat kepuasan atas kinerja pemerintah bisa menimbulkan dampak elektoral terhadap Prabowo.
Bukannya menyanggupi untuk mengingatkan Presiden, para kolega Prabowo justru meminta Denny menemui langsung Prabowo. Kata Denny, anak buah Prabowo yang berbicara dengannya menyampaikan agar Denny yang langsung memberikan masukan kepada Presiden tentang pengaruh tingkat kepuasan publik terhadap stabilitas pemerintahan.
Denny menyebutkan ada seorang anggota kabinet yang berjanji mengatur jadwal pertemuan antara Prabowo dan itu sesegera mungkin. “Orang dalam Istana mengaku sulit menyampaikan sendiri masukan mereka kepada Presiden,” ujar Denny pada Rabu, 29 Juli 2026.
Setelah berdiskusi dengan pejabat Istana, Denny mengunggah gambar ilustrasi di media sosial Facebook. Materi visualnya menampilkan Prabowo yang bersanding dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan dan Jimmy Carter.
Berkaca pada dua pemimpin Negeri Abang Sam itu, tulis Denny dalam takarir di konten tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap presiden dapat melenting lagi setelah terperosok. Tingkat kepuasan publik terhadap Reagan beranjak dari 35 persen menjadi 63 persen dalam kurun lima tahun pada 1983-1988.
Kata Denny, Prabowo berpotensi menduplikasi kesuksesan Reagan mengatrol tingkat kepuasan publik dalam beberapa tahun. Salah satu caranya adalah mengevaluasi kebijakan yang memboroskan anggaran dan memperbaiki gaya komunikasi di depan publik.
Denny mengklaim, sejumlah pejabat pemerintah menghubunginya setelah konten soal survei kepuasan publik itu beredar. “Mereka setuju dengan tulisan saya,” tutur Denny.
Angka penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo versi SMRC tak jauh berbeda dengan hasil jajak pendapat lembaga Denny yang tidak dirilis ke publik. Konsultan politik yang memasok hasil survei untuk Prabowo dalam pemilihan presiden 2024 itu menggelar survei pada Juni 2026.
Menurut Denny, hasil survei lembaganya mencatat tingkat kepuasan publik dan keterpilihan Prabowo serta Partai Gerindra melorot. Menolak menyebutkan angkanya, Denny menyatakan hasil sigi terbarunya lebih rendah daripada hasil survei yang dilakukan setelah huru-hara Agustus 2025. “Angkanya sedikit saja lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survei versi SMRC,” ujarnya.
Merasa tren penurunan tingkat kepuasan itu perlu dicermati Istana, Denny menyorongkan hasil surveinya kepada orang kepercayaan Prabowo. Waktu itu, menurut Denny, Istana tak acuh terhadap hasil jajak pendapat. Kepada Denny, pejabat yang setiap hari mendampingi Presiden itu menyatakan citra politik Prabowo terpengaruh percakapan di media sosial. “Katanya, ada kelompok yang sengaja menyerang Presiden karena tengah menertibkan para oligark,” tutur Denny.
Prabowo sebetulnya sudah mendengar dan mencermati tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahannya sejak Mei 2026. Mengajak Denny dalam kunjungan ke Prancis pada akhir Mei 2026, Prabowo berdiskusi dengan Denny tentang persepsi publik.
Denny bercerita, Prabowo berkelakar bahwa ia percaya kepada Denny lantaran lembaga survei LSI Denny J.A. berhasil mengalahkannya pada pemilihan presiden 2014 dan 2019. Dalam dua pemilihan tersebut, Denny bekerja untuk Joko Widodo, yang kala itu disokong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Dalam perjalanan ke Paris, Prancis, itu, Denny masuk sebagai anggota delegasi karena menjabat komisaris perusahaan minyak dan gas bumi pemerintah. Sembari minum teh di restoran Hotel Four Seasons George V, Paris, Denny menyampaikan kepada Prabowo bahwa penerimaan masyarakat terhadap program prioritas Presiden terus turun. Salah satu sebabnya adalah eksekusi program yang berantakan, seperti keracunan makanan dan korupsi dalam proyek makan bergizi gratis.
Denny menyarankan Prabowo lebih terbuka terhadap masukan para pakar selain orang-orang yang selama ini berada di lingkaran dekatnya. “Kehadiran the devil’s advocate ini penting supaya tak ada ruang gema di sekitar Presiden,” ujar Denny.
Kata Denny, Prabowo meyakini tingkat kepuasan publik terhadap dirinya bisa naik dan turun setiap saat. Mantan Menteri Pertahanan itu meyakini tingkat kepuasan akan pulih jika pemerintah berfokus mengerjakan program yang bermanfaat untuk rakyat.
Menanggapi hasil survei mengenai pemerintahan Prabowo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan orientasi Presiden Prabowo dalam bekerja adalah kepentingan rakyat. “Kami bekerja bukan dalam rangka mencari survei,” tutur politikus Partai Gerindra itu saat menggelar konferensi pers dari gerbong Kereta Api Nusantara Explorer di Jawa Tengah pada Kamis malam, 30 Juli 2026.
Menurut politikus senior Partai Gerindra yang dekat dengan Prabowo, Presiden sebetulnya masygul setelah mencermati berbagai hasil survei mengenai kinerja pemerintahannya. Lingkup internal partai berlambang kepala garuda itu sudah punya hasil sigi buatan pollster yang berkantor di Jakarta Selatan—sekitar 5 kilometer dari kantor pusat Partai Gerindra. Tempo memperoleh dan membaca salinan hasil survei itu dari seorang pejabat di sebuah lembaga negara yang terafiliasi dengan Partai Gerindra.
Hasil survei tatap muka yang datanya dihimpun pada 3-12 Juli 2026 ini menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebesar 61,2 persen. Tingkat elektabilitas Prabowo juga berada di bawah Gubernur Jawa Barat dari Partai Gerindra, Dedi Mulyadi. Dedi mengantongi 37,8 persen, sedangkan Prabowo 23,2 persen.
Menurut hasil survei itu, ponten merah Prabowo dipengaruhi situasi ekonomi masyarakat. Sebanyak 52,6 persen responden merasa tidak puas terhadap kinerja pemerintah dalam menjaga stabilisasi ekonomi. Program-program prioritas Prabowo juga dianggap tak mendukung peningkatan kesejahteraan oleh sebagian besar responden. Sebesar 64,1 persen responden setuju program makan bergizi gratis dihapus karena menyebabkan pemborosan anggaran.
Program prioritas lain, yakni koperasi desa merah putih, pun disorot. Sebanyak 62,5 persen responden setuju program yang menjadi janji politik Prabowo ini disetop. Seorang pejabat di lembaga negara sekaligus orang dekat Prabowo bercerita, Presiden langsung menggelar rapat secara maraton dengan beberapa lembaga negara setelah melihat hasil survei yang dipakai di lingkup internal Partai Gerindra.
Pada Selasa, 14 Juli 2026, Prabowo memanggil jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di rumah pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Presiden meminta mereka memaparkan situasi ekonomi mutakhir. Meriung di balik meja bundar yang berada di ruang tengah rumah itu, Prabowo menerima Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan yang mengajak Mari Elka Pangestu, Chatib Basri, dan sejumlah deputi.
Dua peserta rapat bercerita, Luhut membawa belasan halaman kertas kajian yang mengulas potensi penyebab ekonomi lesu darah pada semester kedua 2026. Salah satunya krisis iklim El Niño. Menurut narasumber yang sama, Luhut mewanti-wanti Presiden agar memitigasi tingkat inflasi yang tinggi di sektor makanan. Salah satu cara membangun jaring pengaman adalah mengucurkan bantuan sosial dan menambah jumlah penerimanya pada Oktober-Desember 2026.
Seorang anggota DEN bercerita, para ekonom di lembaga itu beberapa kali memberikan sinyal kepada Prabowo tentang hubungan antara situasi ekonomi dan approval rating presiden. Menurut narasumber tersebut, kelas menengah ke bawah sangat sensitif terhadap kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Dengan begitu, kata ekonom DEN ini, situasi harga bahan pokok dan daya beli sering menjadi acuan masyarakat dalam mengevaluasi kinerja pemerintah.
Juru bicara DEN, Jodi Mahardi, mengakui lembaganya memberikan masukan kepada Presiden soal tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat. “Semua poin yang disampaikan merupakan masukan untuk bahan pertimbangan pemerintah,” tutur Jodi kepada Tempo pada Kamis, 30 Juli 2026.
Dua pekan setelah menggelar pertemuan dengan DEN, Prabowo memanggil para pembantunya di Istana Negara, Jakarta Pusat. Bertajuk rapat terbatas membahas ancaman krisis iklim El Niño, Prabowo meminta para menterinya menggelar pengkajian soal penambahan bantuan sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebutkan masih menunggu instruksi langsung Presiden Prabowo untuk menambah jumlah penerima bantuan sosial. “Tahun ini kami memberikan bantuan kepada 35 juta penerima manfaat dari sebelumnya 18 juta orang,” ujar Saifullah di Jakarta Pusat pada Kamis, 30 Juli 2026.
Di lingkup internal Partai Gerindra, tingkat elektabilitas dan kepuasan terhadap kinerja Prabowo yang anjlok menjadi bahasan. Seorang pendiri Partai Gerindra bercerita, hasil survei tersebut menjadi pukulan bagi para kader.
Narasumber itu bercerita, sejumlah politikus senior Partai Gerindra yang tergabung dalam grup WhatsApp bernama “Brawijaya” khawatir penurunan tingkat penerimaan dan keterpilihan Prabowo akan menyebabkan partai itu keok dalam Pemilihan Umum 2029. Brawijaya merujuk pada alamat kantor lama Gerindra, yakni di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.
Diskusi dalam grup “Brawijaya” itu mengerucut pada kesimpulan bahwa program makan bergizi gratis menjadi penyebab utama turunnya tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo. Karena itu, seorang politikus Partai Gerindra mengatakan telah menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono untuk mengevaluasi program andalan Prabowo tersebut dengan membagikan paket makanan kepada anak tengkes dan yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pemerintah sudah membenahi tata kelola makan bergizi sejak kepemimpinan Nanik Sudaryati Deyang—yang mundur pada 22 Juli 2026. “Contohnya memprioritaskan makan bergizi di daerah 3T,” kata Dasco.
