Aceh Besar- Subuh masih dalam keremangan. Udara dingin menyergap tubuh setengah abad ini. Di sebuah persimpangan sinyal kehidupan sudah berdenyut, transaksi bisnis sudah dimulai.
Asap rokok mengepul dari banyak meja yang tertata rapi. Kopi sudah tersaji di atasnya. Kepulan asap dari tungku pemasak air, menebar ke seluruh ruangan warung kopi,
Mengubah suasana pagi yang tadinya dingin, memberi kehangatan pada setiap meja penikmat kopi.
Simpang Tiga Lubok adalah sebuah persimpangan, yang menghubungkan Desa Lubok Sukon dengan jalan nasional Banda Aceh - Medan. Ada sebuah jembatan panjang yang memisahkan keduanya.
Begitulah suasana Warkop di Simpang Lubok, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Sebuah lokasi unik yang memiliki warung kopi berjejer.
Warkop menjadi pemandangan unik di sana. Sebab dari beberapa toko di Simpang Tiga Lubok, hampir semuanya membuka warung kopi. Hanya beberapa toko memilih berjualan sembako, toko buku dan penjual air isi ulang.
Meski warung kopi berjejer bagai gerbong kereta api, semua memiliki pelanggan. Mereka juga menyediakan sarapan pagi, dengan menu nasi dan lontong.
Lubok Sukon berada di sisi timur kota Banda Aceh. Jaraknya hanya sekitar 13 kilometer di sisi jalan nasional.
Desa Lubok Sukon juga merupakan lokasi kunjungan turis, dengan keunikan arsitektur dan budayanya. Desa ini terkenal karena mampu mempertahankan budaya dan arsitektur rumah adat Aceh.
Tarmizi Alhagu