Iklan

Perbedaan Jangan Dibesarkan

Senin, 14 Mei 2018, Mei 14, 2018 WIB Last Updated 2018-05-14T05:38:38Z


Banda Aceh-Pemuda Muhammadiyah Kota Banda Aceh menggelar Kupi Beungoh & Dialog Kebangsaan dengan tema “Menggembirakan Keberagaman, Memajukan Indonesia” di Ata Coffee Banda Aceh pada Minggu, 13 Mei 2018. Acara tersebut menghadirkan 3 narasumber yaitu Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak serta Staf Khusus Menteri ESDM, yakni Tuanku Mirza Keumala dan Dr. Hadi.

Anggota DPRA Sulaiman Ali, yang hadir dalam acara tersebut menilai bagus dengan adanya spirit menggembirakan keberagaman. Menurutnya dengan diskusi tersebut bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat, seperti kejadian pada hari ini pengeboman gereja di Surabaya langsung dituduh itu kesalahan umat Islam, dan seperti disudutkan. Sebenarnya semua agama beda sudut pandang, tapi ada yang Rahmatan Lilalamin, sebutnya.

“Saya harapkan semua umat muslim yang ada di Aceh, dan dibelahan bumi manapun pasti semua mengutuk. Saya harapkan kondisi ini jadi spirit yang dibangun untuk menyatukan persepsi kegembiraan bangsa, kita berikan apresiasi kepada Ketua Umum Muhammadiyah. Di satu sisi sebagai Pemuda Muhammadiyah sudah berani melintas nusantara, pentingnya merawat kebersamaan dalam bangsa ini dalam perjalanan ke depan. Jangan persoalan kecil dibesarkan, malah menjadi keretakan hubungan antar anak bangsa, “ urai politisi asal PAN ini.

Sulaiman berharap tidak hanya Pemuda Muhammadiyah, namun akan muncul elemen pemuda lainnya yang mengadakan kegiatan serupa. Seperti ada NU dan lainnya yang bisa berperan menghadapi kondisi negara saat ini, sehingga suksesi ke depan bisa berjalan mulus dan berakhir damai.

Lebih lanjut dia menerangkan adanya kegiatan tersebut juga bisa menjadi sebuah gagasan terhadap isu intoleransi belakangan ini. Apalagi cenderung terbentuk opini seolah-olah Umat Islam adalah teroris, bagaimana agar stempel tersebut bisa dihilangkan, ucapnya.

Lantas bagaimana kondisi toleransi keberagaman di Aceh ? Sulaiman menjawab bahwa di Aceh sudah bagus toleransinya. “Cuma saya rasa akhir-akhir ini perbedaan dari dalam muncul lagi, beda kilafiyah, itukan sudah trending lama. Semangatnya dalam spirit keberagaman tidak masalah saya rasa, di kita kalau sudah beda-beda yang jauh, kiblatnya itu ke mana. Kita kan selalu beda dikilafiyah, jangan ini yang dibesarkan, diutamakan itu persamaan, jangan perbedaan diutamakan, “ paparnya diujung perbincangan.

Soraya 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Seputar%20Nanggroe

+