Ads (728x90)

    
Abon Sofyan Arongan
Dikala  kita mendengar nama Dayah Tauthiatuth Thullab (DTB) di Gampong Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, pasti kita terbayang kepada sosok seorang ulama kharismatik, Abon Sofyan, alumni Dayah Babussalam, pimpinan  almarhum Teungku Syech H Abu Mudawali, Aceh Selatan,  sekitar puluhan tahun silam. Dimana di Dayah Babussalam ini juga tgk Abu Muhammad Amin Blang Bladeh pernah menimba ilmu.

Dayah Tauthiatuth Thullab,  desa Arongan didirikan tanggal 21 April 1972 oleh Abon Arongan, nama  yang sangat populer dikalangan masyarakat Aceh,  atau dengan nama lengkapnya Tgk H Sofyan Mahdi bin Tgk Bayak. Dayah ini lahir atas dorongan dari para ulama  kawasan itu serta dukungan tokoh masyarakat setempat yang didasari atas tuntutan para santri yang memang lebih duluan datang menimba ilmu agama di dayah ini. Sehingga Abon Arongan bersama orang tua santri  bekerja ekstra untuk membangun sebuah Balee Seumeubet(Balai Pengajian) 8 X 4 meter, serta empat buah bilik tempat mondok santri  yang terbuat dari bambu  terletak di tepi sungai (Krueng) gampong Arongan
.

Berangkat dari itulah Dayah  Tautiatuht Thullab lahir ,dari tahun ke tahun santri terus kian bertambah, baik remaja putra maupun putri dari seluruh pelosok tanah Aceh, Serambi mekkah.
Pembangunan asrama tempat mondok santri, maupun  balai  tempat  mengaji yang terbuat dari bambu dan pohong bakou juga terus bertambah.

Pertengahan tahun 1975 pimpinan dayah, Abon Arongan, mengupayakan pemisahan lokasi pemondokan santriwan dan santriwati, maka pihak dayah membeli sepetak tanah sawah masyarakat untuk penempatan santri putra. Lalu tidak lama kemudian, tahun 1980 pihak dayah sudah mulai coba membangun bangunan permanen, sesuai dengan jumlah santri yang terus bertambah  dan juga sesuai dengan perkembangan zaman.

Pada tanggal 26 desember 2004  Aceh dilanda gempa dan tsunami yang sangat dahsyat, gampong Arongan yang berdekatan dengan laut, bangunan dayah ini banyak yang rusak dan ikut hancur, serta peralatan dan perlengkapan santri termasuk kitab-kitabnya juga musnah tidak dapat digunakan lagi.
Selain dayah harus membangun kembali yang sudah hancur, juga kebutuhan  santri dayah ini  sangat mendesak, maka dibangun gedung permanen kembali, bahkan bertingkat  dua dan tiga sesuai dengan perkembangan kemajuan zaman dalam menghadapi era globalisasi.

Tentunya dalam hal ini, pihak dayah tahun 2005  telah mendirikan sekolah SMP Harapan Ummat di komplek dayah yang dipimpin oleh Tgk H Luthfi,S.Sos,I dan tidak lama kemudian tahun 2008  pimpinan dayah juga mendirikan sekolah SMA Tauthiah untuk kebutuhan santriwan dan santriwati yang mondok didayah ini.

Kini perjalanan thautiatuth thullab telah memasuki usia yang panjang, perjalanannya  sudah berjalan selama  44 tahun,  jumlah santri terus bertambah  datang dari berbagai pelosok  tanah air  dan bahkan sudah mencapai ribuan.”Alhamdulillah sepanjang sejarah perjalanannya, dayah ini telah banyak melahirkan para ulama dayah yang menempati berbagai posisi dan jabatan penting baik itu di pemerintahan maupun swasta dalam membangun Nanggroe Aceh yang Baldatun Thaiyibatun Warabbul Ghafur”, ungkap  Abon Sofyan dalam haul ke- 44 minggu(3/4)lalu.

Banyak tokoh politisi dan pejabat tinggi membidik dayah ini dan bersilaturahmi dengan Abon Arongan, khususnya ketika menjelang pilkada dan pemilu. Mereka datang selain mencium tangan ulama itu, juga meminta doa restu agar Aceh benar-benar aman dalam menghadapi pilkada serentak tahun 2017 mendatang.

Mereka tampak datang dalam haul dayah Abon Arongan itu, Irwandi Yusuf mantan Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf Wagub dan mantan Panglima besar GAM, Mantan Menteri Pertahanan GAM Zakaria Saman dan juga tidak kalah pentingnya Bupati Kabupaten Bireuen H Ruslan M Daud bersama staf. Mereka dating selain menghadiri maulid akbar didayah itu, juga meminta doa ulama yang dicintainya jauh dari segala marabahaya, dan negeri ini tetap damai sepanjang masa.

Justru itulah, kehadiran dayah ini ditengah-tengah masyarakat Gampong Arongan, Simpang Mamplam, adalah ingin melahirkan generasi muda sebagai ulama dan intelektual muslim yang dilandasi oleh panca jiwa yang menjadi ruhul ma’had, yaitu keikhlasan,kesedehanaan,berdikari, ukhwah islamiyah dan kebebasan berfikir dan bertidak didalam kehidupannya sesuai dengan tuntunan agama.

Dayah  Tautiatuht Thullab selain memberikan didikan kepada santrinya yang berlandaskan aqidah ahlussunnah wal jama’ah dan dapat beribadah berdasarkan fikih syafi’iyah. Pihak dayah ini juga mendidik dan membina generasi muda keshalihan  melalui iman,ilmu,amal dan dakwah bil hikmah wal mau’idhatil hasanah. Menguatkan,memelihara dan menjaga nilai-nilai sesuai dengan pemahaman para ulama salafus shaleh.Mencetak generasi ummat yang mandiri dan mampu berkarya dalam bingkai islam, iman dan ihsan. Insya Allah dengan Haul ke-44 dayah ini akan mendapat keberkahan dari Allah SWTdan terus maju dalam mencetak kader bangsa yang berkualitas,beriman dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

 Umar A Pandrah.


Posting Komentar