Iklan

Kopi Duren Ala Kapolda

Senin, 15 Oktober 2018, Oktober 15, 2018 WIB Last Updated 2018-10-15T10:27:43Z

Kopi Duren Ala Kapolda
Irjen Pol. Drs. Iskandar Hasan ( Kapolda Aceh)
Mau tahu bagaimana rasanya minum kopi campur durian, “rasanya nendang,” begitulah kesaksian Kapolda Aceh Irjen Pol. Iskandar Hasan memberi kesan tentang nikmatnya kopi duren kesukaannya.
Secara lebih lengkap Iskandar menerangkan kopi duren ini bila dilihat mirip seperti mocca, warnanya kecoklatan, berbusa lagi, aromanya itu bikin lidah ingin segera mencicipi, ketika diminum rasa kopinya juga hilang, demikian pula rasa durian, jadi kopi ini memberi rasa baru, rasanya lezat dan nikmat.
Kopi duren akan lebih memberi sensasi ketik a usai diminum. Tubuh terasa lebih segar, meski kepala rasa sedikit pusing, dengan pertanda wajah yang segera memerah, kata Iskandar Hasan mengenang wajah tamu-tamunya seusai disuguhi kopi duren.
Menurut Iskandar Hasan kopi Duren sangat bagus kalau diminum oleh orang berdarah rendah, namun kalau anda berdarah tinggi sebaiknya mengurangi komsumsi kopi jenis ini. Dikatakan Iskandar Hasan, kopi durian berasal dari kampung halamannya di Palembang, Sumatera Selatan, di Palembang kopi duren sudah menjadi tradisi. Biasanya bersamaan dengan makan ketan.
Di negerinya Iskandar Hasan , mengkomsumsi kopi berbeda dengan di Aceh, disana para warga biasa menikmati kopi Tubruk, ke dalam gelas kopi itulah dimasukkan durian, gulanya sedikit saja, karena sudah ada gula dalam buah durian, kemudian diaduk, polanya persis seperti membuat kopi kocok, kata Jenderal polisi berbintang dua ini.
Iskandar Hasan juga pernah membuat kopi durian di Medan, tetapi rasanya kurang sedap, tidak seperti mencampur durian kedalam kopi Ulee Kareng, atau sejenisnya, kalau dengan kopi  luwak juga kurang bagus, katanya. Kapolda Aceh itu merasa Aceh sangat cocok untuk pengkomsumsi kopi durian, karena ditanah rencong, durian sepanjang tahun ada, sama seperti negerinya Iskandar Hasan yang banyak durian.
Icon Aceh
      Bicara tentang kopi Aceh, Aceh ini kopinya cukup dikenal.  Aceh memiliki komoditas kopi yang unggul, kopi ini menjadi Icon Aceh di belahan negara lain, seluruh dunia orang juga minum kopi, tidak ada orang yang tidak minum kopi,  kata Iskandar Hasan.
Orang Aceh harus fokus terhadap kopi karena kopi Aceh menjadi  icon kopi dunia. Perusahaan besar seperti Starbuck juga memiliki kebun kopi di Aceh. “Teman saya di Medan  juga punya kebun kopi di Takengon.” Itu artinya, kalau orang luar Aceh bahkan orang asing fokus masalah kopi Aceh,  kata Iskandar.
Artinya kopi ini salah satu komoditas Aceh yang punya daya saing yang unggul karena kualitas, kata Irjen polisi itu.  Harusnya  apa yang sudah ada sekarang ini harus lebih dikembangkan lagi. Kita harapkan masalah kopi ini, dapat menjadi salah satu iconnya Aceh, jangan hanya icon nya itu ganja, kata Iskandar sambil terbahak-bahak.
Tarmizi Alhagu 
Komentar

Tampilkan

Terkini