Ads (728x90)


Banda Aceh-Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT bersama Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, meresmikan operasional pusat kendali bus Trans Koetaradja, di Komplek Terminal Type A Batoh, Banda Aceh pada Selasa (24/12).

“Aplikasi teknologi di pusat operasi ini sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Nova.

Ia mengatakan, dengan hadirnya fasilitas baru tersebut, keluhan dan permasalahan masyarakat saat memanfaatkan layanan transportasi Trans Koetaradja dapat ditangani dengan cepat. Dengan demikian, tambahnya, penumpang akan merasa nyaman dan aman.

“Segala aktivitas dalam bus sekarang sudah bisa dipantau lewat pusat kendali ini, jadi orang yang melakukan tindak kriminal seperti copet, pelecehan seksual sudah bisa diawasi,” kata Nova.

Nova mengatakan, keberadaan Trans Koetaradja merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengubah kebiasaan mobilisasi masyarakat. Bahkan, lanjut dia, Pemerintah Aceh juga merencanakan membangun transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) di Banda Aceh, demi menghadirkan transportasi yang cepat dan ramah lingkungan.

“Untuk itu, saya menghimbau masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar untuk mulai memanfaatkan fasilitas angkutan bus ini, dengan mengurangi penggunaan angkutan pribadi. Dengan demikian masyarakat dapat membantu kelancaran lalu lintas, mengurangi penggunaan BBM, mengurangi pencemaran udara, dan tentu saja akan lebih hemat,” tutur Nova.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Junaidi dalam laporannya menyebutkan, pada tahun 2019 Dinas Perhubungan melakukan beberapa kegiatan pembangunan yang difokuskan pada 2 tujuan utama, yaitu peningkatan pengawasan operasional berbasis informasi teknologi dan peningkatan kapasitas pelayanan.



Untuk peningkatan pengawasan operasional, Dishub Aceh membangun pusat kendali Trans Koetaradja yang berbasis digital. Pusat kendali ini dilengkapi video wall yang terhubung dengan NVR (Network Video Recorder), People Counting Camera, Digital Signage, dan CCTV yang terpasang pada setiap bus dan halte. 

Dishub Aceh juga melakukan peluncuran aplikasi ETA (Estimate Time Arrival) Trans Koetaradja berbasis android. Melalui aplikasi ini, pengguna Trans Koetaradja dapat mengetahui waktu kedatangan bus dan jarak halte terdekat.

Sedangkan untuk peningkatan kapasitas pelayanan Trans Koetaradja Junaidi mengatakan, Dishub Aceh melakukan pengadaan 12 unit armada baru berukuran sedang yang akan dioperasikan pada koridor 3 (Pusat Kota – Mata Ie) dan koridor 5 (Pusat Kota – Ulee Kareng – Blang Bintang). Penambahan armada ini untuk memperkecil headway (jarak antar bus) agar pelanggan Trans Koetaradja tidak harus menunggu terlalu lama.



Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, berterimakasih kepada Pemerintah Aceh khususnya Plt Gubernur yang terus mendukung pembangunan di Kota Banda Aceh.

“Dan hari ini juga kita rasakan peresmian pusat kendali bus Trans Koetaradja dan pengadaan 12 bus baru. Ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Kota Banda Aceh, tapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh serta tamu wisatawan,” kata Aminullah.

Aminullah mengatakan, keberadaan transportasi Trans Koetaradja merupakan komponen penting dalam menggenjot kemajuan pariwisata di Banda Aceh. Ia mengatakan, transportasi akan memudahkan wisatawan mengakses sejumlah objek wisata.

“Selain itu, keberadaan Trans Koetaradja juga sangat dibutuhkan untuk menghadapi kondisi jalanan di Kota Banda Aceh yang semakin padat,” kata Wali Kota.

Aminullah mengatakan, seiring adanya Trans Koetaradja, pemerintah Kota Banda Aceh juga akan berupaya menumbuhkan budaya masyarakat Banda Aceh yang senang memanfaatkan transportasi umum. Dengan demikian, ia yakin kemacetan di Banda Aceh akan berkurang.

Bus Baru

Di samping peresmian Pusat Kendali Bus Trans Koetaradja, pada waktu yang sama Plt Gubernur Aceh juga meluncurkan 12 unit bus baru yang akan beroperasi di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Semua bus baru itu dilengkapi dengan teknologi sistem kendali terkini.



Plt Gubernur mengatakan, kehadiran teknologi itu menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh untuk menerapkan teknologi informasi dalam setiap pelayanan publik, termasuk alat transportasi umum. Pihaknya, kata dia, akan menyesuaikan pembangunan dengan kemajuan era revolusi industri 4.0.

“Adapun ruang pusat kendali yang telah dibangun, dilengkapi dengan berbagai perangkat modern yang dirancang atas kerjasama Pemerintah Aceh, Unsyiah dan lembaga riset nasional lainnya. Dengan sistem kendali ini, operasional Trans Koetaradja akan lebih teratur, tepat waktu, efektif dan efisien,” kata Nova.

Ikut hadir dalam acara peresmian itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Teuku Ahmad Dadek, Asisten Bidang Administrasi Umum Bukhari, Kepala Bappeda Aceh Helvizar Ibrahim, Staf Ahli Gubernur Mahyuzar, Dirlantas Polda Aceh, Kepala Biro Humas dan Protokol Muhammad Iswanto dan Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani.

Red

Posting Komentar