Ads (728x90)



Banda Aceh- Wakil Walikota Banda Aceh H.Zainal Arifin sempoyongan di usir emak-emak dari Mesjid Al makmur Lampriet, usai Shalat Ashar, Jum,at, 31/1, lelaki yang disapa dengan nama Cek Zainal itu terlihat terombang-ambing, ditarik-tarik, dipukul-pukul sampai terhuyung-huyung diantara lautan manusia.

Seorang saksi mata Lisanuddin Acha yang mengirimkan video peristiwa itu ke Moslem, menyebut Cek Zainal diusir warga Lampriet ketika ingin mengumumkan sesuatu kepada warga, secara bersamaan kerumunan wanitapun segera mendorong-dorong dia sampai terhuyung.

Wakil Walikota kemudian tampak diapit oleh dua orang pria keluar dari mesjid Lamprit, disebut-sebut kedatangan Cek Zainal untuk mengumumkan pergantian pengurus mesjid Al-Makmur, namun media ini belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak Pemko Banda Aceh atas kehadiran Cek Zainal di Lampriet.

Kerusuhan Mesjid Lampriet telah berlangsung memasuki hari keempat, sejak empat hari lalu terjadi kericuhan usai magrib terhadap pembubaran ceramah di mesjid Al-Makmur oleh sekelompok orang yang belum terindikasi dari pihak mana.

Kericuhan itu berlanjut hingga Shalat Shubuh ketika kelompok penyerbu merebut micropon untuk mengumandangkan azan, mereka juga merebut untuk menjadi imam, namun tidak diberikan oleh warga Lampriet.

Mesjid Lampriet sedianya adalah waqaf seorang wanita yang tinggal disana dan sebuah areal kosong yang tidak berpenghuni, menurut Sahari Gani yang tinggal disebelah mesjid Lampriet, dahulunya disitu ada sebuah rumah, disampingnya ada tanah rawa tempat anak-anak bermain.

Seusai tsunami masjid itu dibangun oleh Raja Oman dengan bangunan yang sangat modern, berlantai dua, memiliki fasilitas lengkap, dari mulai tempat wudhuk hingga fasilitas untuk warga yang mengalami cacat, seluruh lantai bawah dilapisi ambal tebal berwarna merah, sejak itulah masjid Lampriet disebut Mesjid Oman.

Lampriet adalah sebuah desa yang diperuntukkan untuk Pegawai kantor Gubernur Aceh, seusai Gubernur Ali Hasymi dilantik, dia mendatangkan pegawai dari Sumatera Timur dan Pulau Jawa yang bersedia tinggal di Aceh, kepada mereka dibangun rumah dinas untuk dihuni, akibat para pegawai kantor Gubernur sebelumnya telah bergabung dengan Abu Beureueh naik ke gunung untuk memperjuangkan Darul Islam.

Ketika damai terjadi antara pemerintah Indonesia dan Darul Islam pada tahun 1959, para komandan Darul Islam kemudian diberikan asrama yang kini dikenal dengan barak asrama Dewan Revolusi di desa Lampriet.

Tarmizi Alhagu.  

Posting Komentar