Ads (728x90)



Banda Aceh - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Aceh menyerahkan paket sembako kepada sejumlah kalangan yang terkena dampak wabah Covid-19. Acara penyerahan sembako tersebut diselenggarakan di Kantor Kadin Aceh, Peuniti Banda Aceh pada Selasa (31/3/2020).

Kegiatan penyerahan paket sembako diserahkan langsung oleh Ketua Umum Kadin Provinsi Aceh H Makmur Budiman SE, yang turut didampingi sejumlah pengurus Kadin Aceh lainnya.

Dalam sambutanya, Makmur Budiman mengatakan bantuan sembako yang diserahkan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat yang terkena dampak langsung wabah Corona, agar dapat meringankan beban masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan saat ini.

"Hari ini saya selaku Ketua Kadin Aceh, juga telah mengintruksikan seluruh Kadin Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh untuk melakukan hal yang sama dalam membantu masyarakat yang terkena dampak langsung wabah Covid-19. Bantuan ini diberikan langsung kepada masyarakat yang rentan ekonominya seperti buruh, pekerja harian, petugas kebersihan, nelayan, tenaga medis dan yang lainnya, " paparnya.



Lebih lanjut, Makmur Budiman menjelaskan Kadin Aceh mendistribusikan sebanyak 12.500 paket sembako, dan paket tersebut akan dibagikan keseluruh kabupaten/Kota di Aceh. Pihaknya berharap pihak-pihak lain juga dapat berkontribusi dalam meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

Sementara itu, Ketua Panitia Kadin Aceh Peduli Covid-19 Muhammad Iqbal menjelaskan, paket yang didistribusikan terdiri atas beras 5 kg, telur, minyak goreng, gula dan mie instan. Untuk hari Selasa, telah menyalurkan sebanyak 500 paket yang dipusatkan di Kantor Kadin Aceh, tambahnya.

“Paket ini semuanya sumbangan pribadi Pak Makmur dengan anggaran 1,5 milyar untuk masyarakat Aceh yang terkena dampak Covid-19,” tutur ketua panitia Muhammad Iqbal.

"Proses penyaluran paket sembako untuk beberapa titik di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak perangkat desa, guna memastikan bantuan tepat sasaran," demikian ujar Muhammad Iqbal.

Red

Posting Komentar