Fasilitas Wisata Ujong Bate Rusak Dan Sepi Pengunjung

Jumat, 25 Juni 2021, Juni 25, 2021 WIB Last Updated 2021-06-25T10:58:10Z




 







Ujong Bate- Selama pandemi covid-19 penghasilan pelaku usaha dikawasan wisata pantai Ujong Bate, Aceh Besar, mengalami penurunan yang cukup besar, paling tinggi pedagang minuman dan makanan disini hanya laku 150 rupiah sehari, ujar Asmawati seorang pedagang disana.

 

Dengan jumlah uang segitu hanya bisa mendapat keuntungan 10-20 ribu rupiah saja, “kami harus membayar kelapa muda, 10 buah saja sudah seharga 50 ribu rupiah.”

 

Asmawati mengatakan dengan penghasilan seperti itu dia sangat kesulitan membiayai kehidupan dirinya dengan beberapa anak,  apalagi harus ditambah dengan membayar sewa rumah didesa Ladong tempat dia tinggal.

 https://youtu.be/nKCBOw9sP2M





Wanita ini mengaku tidak punya rumah sendiri, meski dia sudah berulang kali meminta bantuan kepada pemerintah dan aparatur desa, namun karena tidak memiliki tanah sendiri, bantuan tidak dapat diberikan, sementara dirinya sudah tidak memiliki suami lagi  yang tewas saat konflik Aceh belasan tahun lalu.


Fasilitas Wisata Rusak Tak Terawat.

Kondisi lokasi wisata memang terlihat sangat sepi, sampai siang hari menurut petugas yang menjaga pintu masuk hanya mendapat 45 ribu rupiah, dengan harga tiket masuk Rp.3000/orang, yang terlihat justru beberapa ekor sapi mencari makan ditempat itu, bahkan seekor sapi kedapatan sedang membuang kotoran.

 

Sebuah mushalla yang dibangun pemerintah terlihat sudah mengalami banyak kerusakan, loteng dan dindingnya rusak, demikian pula beberapa  tempat duduk untuk pengunjung, bagian atap dan lotengnya rusak, cat pada tiang dan dinding yang berwarna putih sudah memperlihatkan semen langsung, ketika coba dipegang, terlihat menempel cat putih itu  di ujung jari.

 

Tarmizi Alhagu

Komentar

Tampilkan

Terkini