Banda Aceh–Gubernur Aceh, Nova
Iriansyah, menerima audiensi Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI, Ayu Kartika
Dewi di Meuligoe Gubernur, Jumat, (17/12/2021).
Dalam kesempatan itu, keduanya membahas ragam isu terkait dinamika sosial,
politik dan keamanan Aceh.
Staf Khusus Presiden RI, Ayu Kartika Dewi,
mengatakan kedatangan pihaknya ke Aceh untuk menampung ragam aspirasi, yang
nantinya akan disampaikan kepada Presiden, untuk dapat ditindaklanjuti.
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menjelaskan, Aceh
merupakan provinsi yang memiliki keistimewaan dan kekhususan. Salah satu
kekhususan daerah yang dipimpinnya itu adalah memiliki regulasi penerapan
syariat Islam.
Selain itu, Gubernur juga menyebutkan sejumlah
lembaga khusus yang ada dalam Pemerintahan Aceh dan tidak ada di provinsi
lainnya. Diantaranya adalah Lembaga Wali Nanggroe, Majelis Pendidikan Aceh,
Majelis Permusyawaratan Ulama, dan Badan Reintegrasi Aceh.
Lebih lanjut, Nova menekankan, kondisi sosial
politik dan keamanan Aceh begitu kondusif. Aceh benar-benar damai. Segala
aktivitas sosial dan ekonomi juga berjalan lancar di Aceh.
“Menurut anggapan saya sebagai gubernur, Aceh
sejauh ini baik-baik saja,” kata Nova.
Meskipun demikian, Nova menyayangkan masih banyak
sikap keliru sebagian orang di luar yang mempersepsikan Aceh sebagai daerah
yang menakutkan.
Menurutnya, persepsi sebagian orang tersebut terlalu berlebihan.
Ia mengatakan, pada kenyataannya masyarakat Aceh
secara umum tidak merasa bertentangan dan terganggu dengan penerapan syariat
Islam. Selain itu, kondisi di Aceh pun begitu aman, terbukti dari angka
kriminalitas yang begitu rendah dibanding beberapa daerah lain di Indonesia.
Oleh sebab itu, Nova meminta kepada Staf Khusus
Presiden dan rombongan agar membantu pihaknya dalam memperbaiki persepsi publik
di luar Aceh. Sebab Aceh merupakan tempat yang aman dan damai.
Red