Ini Dia Jawaban Kabid Lalu Lintas Dan Angkutan Dishub Kota Banda Aceh Mukhlizal, SH Tentang Parkir Diatas Jembatan Peunayong

Kamis, 07 Juli 2022, Juli 07, 2022 WIB Last Updated 2022-07-08T13:01:19Z

 


 https://youtu.be/WMKmR9NKhz4 


 

   

Banda Aceh - Berhari-hari menunggu jawaban tentang mobil parkir di atas Jembatan Peunayong, akhirnya Harian Moslem baru bisa bertemu dengan Kabid Lalu Lintas Dan Angkutan Dishub Kota Banda Aceh Mukhlizal, SH, pada Kamis Siang (7/7). Setelah  berulang kali dihubungi melalui WhatsApp dan telepon seluler tidak mendapat jawaban.


Sekali tersambung Kabid Lantas Dishub itu memberi jawaban dia sedang ada acara diluar. Setelah berlalu hari dihubungi kembali dia sudah tidak mengangkat telepon lagi, kiriman pesan WhatsApp yang kami kirim pun tidak dijawabnya.


Kamipun memberi tahu dirinya telah mengirimkan pertanyaan melalui WhatApp tentang parkir mobil di atas jembatan Peunayong. Mukhlizal balik bertanya  apa sekarang masih ? Saya tentu menjawab masih, karena sampai tadi malam masih banyak mobil yang parkir.


Dia lalu bertanya lagi dari mana dapat nomor telpon dia. "Siapa yang kasih, beritahu dulu itu, " katanya dengan suara berintonasi tinggi. Saya tentu tidak bisa memberi tahu siapa yang memberi, demi menjaga keselamatan pemberi nomor telepon yang budiman.


Ketika kami katakan bahwa kami menunggu jawaban darinya. Mukhlizal mengatakan malas membalas, karena bukan media resmi, ucapnya. “Saya punya media-media resmi, saya tiga periode protokol Wali Kota. Saya kenal dengan semua wartawan resmi, semua ada pada saya, seperti Antara. Saya tahu semua, saya langsung ke pusat, juga BIN saya kenal,” kata dia dalam Bahasa Aceh.

 

“Long beuoe kujaweub dari media hana resmi, , long lhee periode protokol Walikota, mandum wartawan resmi na bak long, lage Antara, long langsung u pusat, BIN pih long turi, " sebutnya.


Jawaban Mukhlizal yang mengatakan mengenal semua media resmi dan wartawan resmi, langsung membuat nyali wartawan Harian Moslem menjadi ciut. Apalagi dia membawa-bawa nama BIN sebuah Badan Inteligen yang bermarkas di Kalibata Jakarta Selatan.


Wartawan media ini yang mengalami nasib sial Kamis siang itu pamit pergi, setelah memohon izin untuk menulis seperti apa yang Mukhlizal katakan. “Jeut,” katanya dalam bahasa Aceh, yang artinya boleh. Media ini pun berlalu sambil mengenang keganasan  liputan pada masa darurat militer dulu. Ketika berada dibawah desingan peluru, berhadapan dengan dua pihak yang saling bertempur, dan hari ini harus berhadapan dengan Kabid Lantas Dishub Kota dengan kondisi separuh terintimidasi.

 

Tarmizi Alhagu.

Komentar

Tampilkan

Terkini