Bualan Kawasan Industri KIA Ladong Dipanggung Kesengsaraan Rakyat Aceh

Rabu, 12 Oktober 2022, Oktober 12, 2022 WIB Last Updated 2022-10-14T01:21:09Z

  

KIA Ladong
https://youtu.be/hIBhaoQmyOc

 

Sebuah rombongan pengusaha singgah di sebuah pondok kuliner,  tepat di depan gerbang utama Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar. Raut kekecewaan tergambar jelas diwajah  mereka. Seorang supir menjelaskan kepada pemilik usaha kuliner,  bahwa bos mereka baru datang dari Jakarta.

 

Para Pimpinan PEMA di Kantor Mereka

Kedatangan para pengusaha  bermata sipit itu ke Aceh, untuk membuka usaha di dalam kawasan KIA Ladong. Namun betapa kecewanya mereka, setelah sampai di lokasi, yang ditemukan hanyalah hamparan tanah kosong, tanpa fasilitas yang dibutuhkan.

 

Para pengusaha itu dikatakan wanita pemilik pondok kuliner, mendapatkan informasi  tentang fasilitas  KIA Ladong yang lengkap.  Setelah sampai di lokasi pengusaha bermata sipit itu merasa tertipu, lalu mereka singgah untuk makan ikan bakar sebelum pulang, kata pemilik kuliner.


Promosi Luar BIasa

Kotoran Sapi Berceceran Di badan Jalan KIA Ladong Yang Baru Dibangun


Promosi KIA Ladong memang sungguh gencar. Para pengelolanya mengatakan mereka telah berusaha sangat maksimal, namun hingga kini belum ada yang bersedia membuka usaha atau membangun pabrik di KIA Ladong,  kata Direktur Pengembangan Usaha Kia Ladong  Edward.

 

KIA Ladong terletak sekitar 20 kilo meter di timur Banda Aceh,  berada disisi kanan jalan menuju pelabuhan laut Krueng Raya. Kawasan itu ditandai dengan pagar tinggi di sisi jalan, luasnya menurut Kadisperindag Aceh Ir Muhammad Tanwier direncanakan mencapai  400 ha.

 

Dikatakan Edward kini KIA Ladong berada dibawah pengelolalaan PT. PEMA, telah dihabiskan 137 miliar Rupiah dana untuk membangun kawasan industri itu. “Kita siapkan infrastruktur dasar, kita mengundang investasi membangun industri,” ujarnya.

 

Menurut warga setempat KIA Ladong telah hadir sekitar tahun 2009 di daerah mereka. Saat itu dilakukan pembebasan tanah, pada tahun 2011 mulai terlihat pembangunan pagar, namun setelah berjalan 11 tahun belum terlihat kehadiran industri di kawasan itu.

 

 

Hamparan Tanah Kosong KIA Ladong

Lebih Cocok Untuk Budidaya Sapi.



Seorang warga malah berpendapat, KIA Ladong lebih cocok dialihkan untuk peternakan sapi, karena selama ini banyak domba dan sapi masuk ke sana untuk mencari makan. “ Daripada terbengkalai begitu, lebih baik dipelihara sapi saja, " ucapnya.

 


Kondisi KIA Ladong terkini memang terlihat belum cukup layak untuk menjadi sebuah kawasan industri. Infrastrukturnya belum siap, yang terlihat hanya sebuah ruas jalan semen yang baru dikerjakan, di dalam terowongan terlihat pipa besar yang masih belum dialiri air.

 


Beberapa tiang listrik memang terlihat di sisi jalan, tetapi apakah sudah dapat difungsikan atau belum kita tidak tahu. Hanya sebuah jawaban yang pasti,  KIA Ladong yang telah menghabiskan dana ratusan miliar, lebih menampilkan aroma menipu pandangan, daripada kehadiran sebuah kawasan industri di sana.

 

Tarmizi Alhagu.

 

 



Komentar

Tampilkan

Terkini