Pejabat Perkebunan Aceh Tidak Tahu Ada Busuk Buah Pisang Di Aceh

Sabtu, 27 Mei 2023, Mei 27, 2023 WIB Last Updated 2023-05-30T00:04:53Z




Banda Aceh - Bertahun-tahun pisang di Aceh mengalami pembusukan buah, buahnya terkadang hitam setandan di pohon. Terkadang pula terlihat normal dan masak, namun ketika dikupas buahnya ternyata mengkal dan keras.

 

Kondisi ini telah lebih lima tahun dialami petani Aceh. Mereka tidak tahu cara pengobatannya. Seperti yang dikatakan Sakdani, warga Desa Teladan,  Aceh Besar, di kebunnya sekitar 70 persen pisang mengalami gangguan hama penyakit.

 

“Kami tidak tahu harus berbuat bagaimana, kami cari obat pembasmi hama di pasar Seulimum, tetapi tidak dijual untuk pembasmi hama pisang," ucapnya.

 

Pembusukan buah pisang dikatakan Sakdani tidak hanya dialami pada kebunnya, namun kebun warga desa Teladan lainnya juga mengalami hal yang sama. Bahkan dia menyebut ketika pulang ke kampung istrinya di Meulaboh juga melihat pisang yang busuk di tandan.

 

Dalam sebuah perjalanan  ke rumah anaknya di Lhokseumawe, Sakdani  juga melihat buah pisang membusuk di sepanjang perjalanan  Lembah Seulawah - Lhokseumwe. Buah pisang membusuk juga terjadi di Desa Meunasah Manyang, Meureudu.

 

Terhadap persoalan pisang busuk buah, dikatakan  Kasi Proteksi Tanaman Holtikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Nona Evi Maulina. Mereka belum pernah menerima laporan seperti  itu, baru  dari wartawan Harian Moslem dia tahu  informasi, kata  Nona.

 

Dikatakan Nona Evi Maulina, bila tidak ada laporan, mereka tidak bisa melakukan pemeriksaan. “Kan belum tentu orang mau kebunnya diperiksa,” ujarnya didampingi  staf pria dan seorang wanita. Dikatakan oleh mereka, busuk buah pisang bila kondisinya berair, itu karena bakteri, tetapi bila kondisinya kering itu gangguan jamur.

 

“Kita harus ada laporan, baru kita lakukan pengendalian ke lapangan. Kita gak mungkin langsung periksa ” kata Nona Evi Maulina.

 

Para Pejabat Proteksi Holtikultura itu mengatakan, mereka punya  petugas Pengendali  Organisme Penggangu Tumbuhan  (POPT) di seluruh  Aceh. Mereka berada di kecamatan, mereka itulah yang lebih dekat, katanya.

 

Tarmizi Alhagu

Komentar

Tampilkan

Terkini