Aceh Besar - Lebih seribu tahun lalu, Aceh memiliki tiga Kerajaan Hindu, di wilayah Aceh Besar sekarang.
Ketiga Kerajaan ini kemudian musnah. Dua kerajaan ditenggelamkan tsunami, dan sebuah lagi masih utuh.
Kerajaan Indra Purwa
Kerajaan Indra Purwa terletak di pesisir barat Banda Aceh. Pusat kerajaan di sekitar wilayah Lambadeuk sekarang.
Tidak ada bangunan yang tertinggal dari Kerajaan Indra Purwa. Kecuali tahta Raja Indra Purwa, yang kini telah menjadi mimbar mesjid Lambadeuk.
Kerajaan Indra Purwa sepenuhnya ditelan laut saat tsunami. Gapura sebagai pintu masuk kerajaan masih bisa dilihat saat air laut surut, dikawasan perairan Ujung Pancu sekarang.
Kerajaan Indra Patra
Kerajaan Indra Patra masih menyisakan istana Kerajaan Indra Patra, yang terletak di kawasan Ujong Batee. Beberapa situs purbakala dari Kerajaan Indra Patra, masih bisa ditemukan di dekat istana.
Istana Kerajaan Indra Patra ini didalamnya memiliki dua buah sumur. Dua lapis dinding yang tebalnya sekitar empat meter.
Dinding lapis pertama memiliki tebal 1,5 meter setinggi lima meter. Dinding lapis kedua setinggi tiga meter dengan tebal empat meter.
Dinding lapis pertama berfungsi untuk para prajurit Indra Patra menjaga istana raja. Pada dinding ini prajurit bisa berdiri dengan menggunakan senjata untuk menyerang musuh.
Dua sumur di dalam istana memiliki atap berupa kubah, yang terbuat dari sejenis semen. Demikian juga dinding terbuat dari semen dengan susunan batu.
Kerajaan Indra Pura
Pusat Kerajaan Indra Pura masih utuh sampai sekarang, yang kini telah berubah menjadi mesjid tua Indra Puri.
Istana Kerajaan Indra Pura berada di dekat Pasar Indrapuri. Bangunan istana juga dikelilingi benteng yang tinggi.
Istana Kerajaan Indra Pura, pernah dijadikan sebagai benteng pertahanan Sultan Aceh, dalam perang melawan Belanda.
Kemudian Istana Kerajaan Indra Pura difungsikan sebagai mesjid Indra puri, sampai kemudian dibangun mesjid Indra Puri yang permanen. Barulah Istana Indra Pura hanya berfungsi sebagai mesjid tua Indra Puri.
Tarmizi Alhagu