Banda Aceh - Minyak dan Mualem menjadi faktor utama kerusuhan massa di Banda Aceh, setelah peringatan 21 tahun perdamaian di Banda Aceh.
Teriakan massa "Minyeuk ka ji cok, Hoka Mualem, Ho Mualem, Minyeuk Ka Jicok Le Gob, " terdengar dari kerumunan massa yang mengepung pendopo Gubernur Aceh.
Persoalan minyak dari Blok Andaman yang tidak kunjung selesai. Telah berlarut-larut tidak mendapat titik temu antara Pemerintah Propinsi Aceh dan Pemerintah Pusat.
Perselisihan itu mengingatkan kembali apa yang pernah terjadi, pada pendiri GAM Tgk Muhammad Hasan Di Tiro pada tahun 1976, yang meminta minyak di Aceh Utara di eksplorasi oleh Perusahaan Minyak Doral International LTD milik Hasan Tiro.
Hasan Tiro kemudian kecewa dan melakukan perlawanan terhadap pemerintah pusat. Dia membentuk GAM dan berperang selama 30 tahun, sampai kemudian menerima perdamaian pada 15 Agustus 2005.
Kekecewaan serupa kini berulang kembali, ketika rakyat Aceh merasa ditipu oleh pemerintah pusat. Mereka meneriakkan Minyeuk ka jicok (minyak sudah diambil), Hoka Mualem ( Mualem kemana) dalam kerusuhan yang membuat chaos Kota Banda Aceh.
Kekecewaan yang dibawa massa kemudian menggeruduk Pendopo Gubernur Aceh. Membakar bendera merah putih dan menaikkan bendera bintang bulan ke tiang utama pendopo.
Kerusuhan itu baru mulai mereda menjelang shalat magrib. Massa tidak lagi menguasai jalanan kota, mereka juga menghentikan aksinya.
Tarmizi Alhagu
