Pertama Sekali Seminar Nasional Budaya Saman Digelar

Rabu, 25 September 2019, September 25, 2019 WIB Last Updated 2019-10-01T17:49:23Z



Banda Aceh-Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh menyelenggarakan Seminar Nasional Budaya Saman selama 2 hari pada tanggal 23-24 September 2019, di Gedung Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Kegiatan yang pertama sekali digelar di Aceh ini, didukung oleh Pemerintah Aceh melalui program platform Indonesiana Gayo Lues dalam rangkaian Festival Budaya Saman 2019 dibuka oleh Plt Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin, SE pada Senin malam (23/09).

Seminar ini diikut oleh peserta sebanyak 300 orang dari berbagai kalangan, dan sebanyak 200 peserta seminar dari umum mendaftar secara online melalui portal resmi BPNB Aceh.
  
Dalam sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin, SE mengatakan  dari sekian banyak tarian di Indonesia ini, Tari Saman adalah salah satu tarian yang populer dengan gerakannya yang cepat dan indah, serta tingkat kesulitan yang tinggi.

Awalnya Tari Saman ini merupakan tarian rakyat masyarakat Gayo yang biasanya ditampilkan hanya dalam acara budaya saja. Namun, karena daya tariknya yang tinggi, Tari Saman terus berkembang dan dipelajari banyak seniman dalam maupun luar negeri. Maka tak heran, jika Tari Saman menjadi icon Indonesia dalam berbagai event festival di internasional. Seminar Nasional Budaya Saman adalah salah satu forum ilmiah yang akan mengungkap sisi lain dari Tari Saman.

“Sebagai tarian yang mendapat perhatian dunia, wajar jika cerita tentang Tari Saman mengundang daya tarik banyak orang. Karena itu, kami sangat mendukung langkah Balai Pelestarian Budaya Aceh yang menggagas seminar ini. Dengan demikian, kelak kita akan memiliki dokumentasi lengkap tentang Tari Saman”, ujarnya.


Sementara itu, Kepala BPNB Aceh Irini Dewi Wanti SS M SP dalam laporannya menyampaikan Seminar Nasional Budaya Saman 2019 dilaksanakan sebagai wujud partisipasi aktif memeriahkan perayaan atas kelestarian ekosistem pertunjukan Saman, dan Satu windu Saman sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (World Intangible Cultural Heritage).

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi untuk melahirkan sejumlah kebijakan atau rekomendasi terkait pengelolaan Saman, menuju masa depan Saman yang cemerlang dan semakin mendunia, tambahnya.

“Saman sebagai warisan budaya dunia sekarang bukan hanya milik masyarakat Gayo Lues, tetapi juga milik Indonesia dan milik dunia. Sudah 8 tahun Saman ditetapkan sebagai warisan budaya dunia, sekarang saatnya kita menggali kembali Saman dari segi tampilan maupun penguatan ekosistem dalam pertunjukan kesenian beserta unsur-unsur pendukungnya. Terlebih tantangan ke depan akan semakin berat tatkala berhadapan dengan era serba digital dan gempuran budaya pop yang semakin pesat, seni tradisi semisal Saman tentu harus dipastikan kelestariannya agar semakin berakar di tanah air, “ demikian paparnya.


Seminar yang mengangkat tema “Strategi Pemajuan Saman di Indonesia: Antara Harapan dan Realita” menampilkan para narasumber, diantaranya Dr Restu Gunawan, M Hum. (Direktur Kesenian-Ditjen Kebudayaan Kemdikbud), Prof Margaret Kartomi (Akademisi Etnomusikologi Monash University-Australia), Prof Drs H Yusny Saby, MA Ph D (Guru Besar UIN Ar-Raniry), Harry Waluyo (Global Network Facilitator of ICH-UNESCO), Drs  Muhammad Takari, M Hum Ph D (Akademisi Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara), Dr Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, MA (Akademisi UIN Ar-Raniry), Dr Sal Murgiyanto, MA (Ilmuwan dan Kritikus Tari di Indonesia), dan Murtala (Praktisi Tari Indonesia di Australia). Turut menjadi keynote speaker pada acara ini yaitu Ir. Ananto Kusuma Seta M Sc Ph D (Staf Ahli Mendikbud RI Bidang Inovasi dan Daya Saing).

Seminar Nasional Budaya Saman 2019 digelar oleh BPNB Aceh dan didukung oleh Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Untuk memeriahkan acara ini, BPNB Aceh menampilkan pertunjukan bernuansa Gayo; di antaranya pertunjukan Bejamu Saman, penampilan alat musik etnik Gayo, Kerawang Gayo, Kopi Gayo, dan pameran buku-buku literatur Aceh serta berbagai produk kerajinan bordir Gayo.

Soraya

Komentar

Tampilkan

Terkini

Seputar%20Nanggroe

+