Cut Azharida, Dari Melayani Anggota Dewan Hingga Mengurus Masalah Perempuan dan Anak

Selasa, 26 Januari 2021, Januari 26, 2021 WIB Last Updated 2021-01-26T02:18:01Z




Banda Aceh - Sosok Cut Azharida SH cukup lekat dengan DPRK Banda Aceh, karena hampir 20 tahun mengabdi. Kini Cut menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banda Aceh, sejak dilantik pada akhir Juni 2020.


Begitu banyak suka duka yang dialaminya selama mendampingi anggota dewan saat rapat, seperti harus mengikuti rapat hingga malam hari dan menghadapi 30 anggota DPRK dengan karakter yang berbeda.


Bagaimana perjalanan karir wanita lulusan Fakultas Hukum Unsyiah ini ? Simak penuturannya kepada media Harian Moslem di ruang kerjanya di Banda Aceh, pada bulan Desember lalu.


Dijelaskannya, awal perjalanan karirnya sebagai ASN bermula dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kemudian bertugas ke DPRK Banda Aceh. Pada saat itu sebagai Kasubbag Risalah, karena memiliki kinerja yang baik dan disiplin, karirnya terus menanjak, lanjutnya.


"Lalu mendapat penawaran jabatan baru sebagai Kabag Hukum, Humas dan Persidangan. Saya meminta izin kepada suami waktu itu, dan memberi dukungan penuh. Karena selama mengikuti persidangan bisa sampai malam, dan melayani 30 anggota dewan, " katanya.


Ditambahkannya, saat itu terjadi perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang menyebabkan peleburan Kabag Hukum, Humas dan Persidangan, dan dari perubahan itulah dipakai komposisi adanya jumlah anggota dewan 30 orang.


"Dengan dileburnya 3 bidang tersebut, itu artinya saya membidangi 3 bidang, dan itu semuanya tugas berat bagi seorang perempuan. Di DPRK Kabag persidangan itu spesifik, karena tidak ada ditempat lainnya, " paparnya.

 

Dalam bidang persidangan, Cut selalu mendampingi para anggota dewan yang ikut rapat, dan terus bergulir bertahun-tahun. Karena kinerja, kedisiplinan dan pengalamannya membuat para anggota dewan mendukung, dan mempertahankannnya di DPRK Banda Aceh.

 

Hingga saat terjadi pergantian Sekwan, namanya termasuk calon yang didukung untuk jabatan tersebut, namun takdir berkata lain. Meski demikian, Cut mengaku tetap semangat, dan menikmati semua yang ditugaskannya, seperti saat menjalankan tugas sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banda Aceh.


"Sekarang ini menjabat sebagai Kadis Pemberdayaan Perempuan jauh berbeda demgan tempat kerja yang dulu. Disini saya sering melakukan pemantauan ke kampung-kampung untuk memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu, " imbuh wanita 3 anak ini.


"Seperti penyuluhan KB salah satunya.

Di tempat ini saya menemukan banyak kasus yang harus di selesaikan, seperti adanya kasus KDRT, kasus anak terlantar, dan banyak kasus lainnya. Merasa bersyukur bisa berperan membantu mereka yang memiliki masalah, semoga saya bisa menjalankan tugas ini dengan baik, " demikian ujarnya.


Soraya

Komentar

Tampilkan

Terkini