Pemerintah Aceh Dukung Penguatan Syariat Islam yang Dilakukan Ulama Dayah

Sabtu, 13 Maret 2021, Maret 13, 2021 WIB Last Updated 2021-03-13T16:09:15Z


Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya Manusia dan Hubungan Kerjasama Drs. Bukhari, MM, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri, S.Ag, MH, saat menghadiri acara pembukaan Forum Bahtsul Masail Ulama Dayah Aceh, di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Jumat, (12/3/2021) malam

Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan Pemerintah Aceh selalu memiliki komitmen tinggi untuk mendukung setiap kegiatan keagamaan terutama yang menyangkut penguatan pelaksanaan Syariat Islam.

Hal itu disampaikan Gubernur Nova dalam sambutan tertulisnya pada pembukaan Forum Bahtsul Masail Ulama Dayah Aceh, di Hotel Mekkah, Jumat malam, 12 Maret 2021. Sambutan tersebut dibacakan Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya manusia dan Hubungan Kerjasama, Bukhari.

Dukungan untuk Dayah dalam penguatan syariat Islam, kata Gubenur, sejalan dengan salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Aceh saat ini yaitu Program Aceh Meuadab. Program itu disebut fokus pada upaya mengembalikan Khittah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi nilai nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami yakin dan percaya bahwa selama ini para ulama telah banyak berperan dan berkontribusi dalam upaya penguatan implementasi syariat terutama melalui jalur pendidikan Islam di Aceh,” ujar Bukhari membacakan sambutan Gubernur.

Karena itu, Pemerintah Aceh sangat mendukung digelarnya Forum Bahtsul Masail Ulama Dayah Aceh. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh itu dihadiri para ulama pimpinan dayah se Aceh dan sejumlah narasumber dari unsur Pemerintah Aceh, dayah dan perguruan tinggi.

Forum tersebut mengangkat tema “Sanksi adat dan penghakiman massa terhadap pelanggaran syariat Islam di Aceh menurut perspektif fikih”. Tujuan digelarnya forum itu di antaranya agar melahirkan solusi atas sejumlah persoalan keagamaan di masyarakat, agar masyarakat memahami terkait persoalan kekinian tentang fikih Islam dan juga untuk memperkuat silaturahim antar ulama dan santri dengan Pemerintah Aceh.

“Kami bersyukur, malam ini ulama-ulama besar se-Aceh telah berhadir di tempat ini, dalam rangka memperkuat peran tersebut sekaligus membangun sinergitas dan komitmen bersama mewujudkan kemaslahatan ummat yang lebih baik di masa-masa yang akan datang,” ujar Bukhari.

Bukhari juga mengatakan, Pemerintah Aceh memberikan apresiasi yabg tinggi kepada para ulama atas dedikasi dan pengabdian dalam memajukan pendidikan Islam di Aceh.


Red

Komentar

Tampilkan

Terkini

Seputar%20Nanggroe

+