Bubuk Kopi Gayo Dari Desa Cot Preh

Kamis, 26 Januari 2023, Januari 26, 2023 WIB Last Updated 2023-01-31T01:38:35Z

 



Banda Aceh - Asap mengepul tebal, menutupi hampir  seluruh ruangan pabrik. Menggunakan sepotong besi, terlihat Cut Min menarik drum pemasak kopi dari kobaran api. Berulang kali dia berupaya membuka penutup drum, yang terbuat dari flat besi tebal. Berulang kali juga dia gagal, sehingga asap makin membumbung tinggi. 




https://youtu.be/qsRClmneMkE

Cut Min mengulang lagi membuka tutup drum, dia kini menggunakan  sepotong linggis panjang. Memukul cantelan tutup pengait, dia berhasil.  Setelah tadi berulang kali gagal membuka dengan balok kayu.


 

Lelaki usia 45 tahun itu kemudian menarik penutup drum kesamping. Sia memasukkan formula, yang terbuat dari beberapa bahan seperti telur, gula dan ingredient rahasia lainnya kedalam kopi. Kemudian Cut Min mendorong kembali drum pemasak kedalam panggangan api.


 

Ini adalah hari ketiga Cut Min membuka pabrik kopi miliknya sendiri, yang terletak tepat di samping rumahnya di Desa Cot Preh, Aceh Besar. Sebelumnya Cut Min menggongseng kopi milik keponakannya yang berada di samping pabriknya kini.

 


Urusan menggongseng kopi itu sudah empat tahun dilakukan Cut Min, setelah sebelumnya dia sempat berjualan kopi di kawasan Kuta Alam Banda Aceh. Saat itu lelaki berkulit legam ini kurang beruntung, dia terpaksa menutup warung kopi yang disewanya.


 

Beralih ke usaha baru menjual bubuk kopi ternyata lebih memberi peruntungan kepada Cut Min. Kini dia telah memiliki banyak pelanggan, beberapa warung kopi di kawasan Banda Aceh.  Untuk warung kopi Cut Min menjual bubuk kopi seharga Rp 80 ribu sekilo.

 


Biji Kopi Terbaik

 

Cut Min menggunakan biji kopi terbaik dalam usahanya menjual bubuk kopi. Dia menggunakan biji kopi Robusta Gayo, butirannya terlihat lebih besar, terkadang terselip biji kopi Arabica yang terlihat lebih kecil diantara butiran Robusta.

 


Bercampurnya biji kopi Arabica ke dalam kopi Robusta menurut Cut Min lebih baik. Campuran itu memang tanpa disengaja,  telah terjadi dari penjual biji kopi dari Gayo. Biji kopi Robusta memiliki keasaman yang rendah, toleran untuk lambung, namun harganya lebih tinggi dari kopi Robusta.

 




Biji kopi itu disortir kembali oleh Cut Min dengan menggunakan sebuah alat manual. Semua sampah akan terpisah, barulah dia memasukkan biji kopi yang telah bersih ke dalam alat pemanggang.


Cut Min kemudian mulai bekerja diantara kobaran api. Dia butuh waktu hampir dua jam untuk menggongseng kopi, jelasnya sambil merapikan kayu di dalam panggangan.

 

Tarmizi Alhagu


Komentar

Tampilkan

Terkini