Iklan

Jurang Di Gunung Seulawah Jadi Tempat Penampung Kotoran Ayam UPTD Saree

Sabtu, 08 April 2023, April 08, 2023 WIB Last Updated 2023-04-08T15:30:01Z


Kandang Ayam Petelur UPTD Sare
https://youtu.be/4O9KXwsuStU

Banda Aceh - Kotoran hewan ternak memang menjadi masalah serius. Tidak hanya dari hasil peternakan warga, tetapi usaha peternakan milik pemerintah juga belum punya solusi untuk mengolah produksi kotoran ternak ini.

 

Sebuah bukti kongkrit untuk masalah kotoran ini terjadi di UPTD Ayam Petelur Saree. Meski mereka memiliki peralatan lengkap, termasuk mesin pembuang kotoran, yang mampu membuang kotoran keluar dari kandang.

 

Namun untuk masalah pembuangan akhir belum ada solusi. Semua kotoran yang dibuang dengan mesin itu, tidak dapat diolah menjadi pupuk atau  produk industri lainnya. Kotoran 18 ribu ayam petelur itu akhirnya dibuang ke dalam jurang dipundak pegunungan Seulawah,  yang memang berada tidak jauh dari lokasi kandang.

 

Kondisi Kandang Ayam Petelur Dari dalam Ruangan

Bila kotoran dari kandang ayam di Saree dibuang ke Seulawah. Bagaimana pula kotoran ayam di UPTD Ayam Petelur Blang Bintang, yang jumlahnya justru lebih banyak mencapai 32 ribu ekor ayam petelur. Ke mana pula kotoran ayam itu dibuang.

 

Menurut Penjelasan Kepala BLUD UPTD BTNR drh Yessy  Fandipa, MM, kotoran ayam itu diambil oleh siapa yang butuh. “Belum dijual secara resmi, siapa yang perlu bisa ambil, " kata dia.

 

Yessy juga menjelaskan kotoran ayam yang ada dikumpul dan dikarungkan untuk jadi pupuk. “selama ini kotoran  ayam diambil masyarakat setempat dan mereka meminta bantu kepada petugas kandang. Untuk di Saree juga dikumpulkan pada satu tempat", kata dokter hewan itu.

 

Persoalan mengharap masyarakat datang mengambil pupuk ke kandang, persis seperti harapan para peternak sapi di Aceh Besar. Mereka juga berharap kotoran ternak itu diambil oleh warga, seperti diambil oleh usaha pertamanan yang memang menjual pupuk kandang.

 

Harapan diambil warga itu ternyata tidak memberikan hasil. Puluhan ribu ton kotoran sapi di Aceh Besar yang berasal dari lebih 80 ribu ekor sapi, ternyata masih saja menumpuk di kandang-kandang. Sebagian kotoran itu mereka buang ke kebun, selebihnya tetap terus menumpuk di kandang setiap hari.

 

Produksi kotoran sapi di Aceh Besar sudah over kapasitas. Warga tidak tahu harus membuang kemana. Berharap pengusaha taman datang mengambil, itu pun jarang terjadi. Kondisi ini sungguh berbeda dengan kondisi peternakan sapi di Negara Norwegia dan negara Scandinavia lainnya.

 

Di negara  Scandinavia kotoran sapi diproses oleh sebuah perusahaan. Lalu ditebarkan pada lahan penanaman kentang pada musim semi. Mereka juga mengolah sampah hasil produksi makanan masyarakat menjadi pupuk.

 

Dengan besarnya produksi kotoran sapi dan unggas  Aceh, sepertinya mereka perlu berkunjung melakukan study  banding ke negara kecil di sisi kutub utara itu. Kalau memang pemerintah tidak ingin kotoran ternak ini menjadi sumber polusi di Aceh.

 

Tarmizi Alhagu 

Komentar

Tampilkan

Terkini