Relawan METALIK FEB USK Salurkan Sembako ke Desa Lhok Sandeng Pidie Jaya, Hanya 4 Rumah Tersisa

Senin, 29 Desember 2025, Desember 29, 2025 WIB Last Updated 2025-12-29T13:04:09Z

Relawan menyalurkan sembako untuk 54 KK di Desa Lhok Sandeng Pidie Jaya ( Foto : Tim Metalik)


Pidie Jaya - Tim Tanggap Bencana Banjir Aceh dari Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (METALIK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, melaksanakan misi kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. 


Kegiatan ini difokuskan pada penyaluran bantuan sembako untuk 54 kepala keluarga, pendampingan relawan dalam pengelolaan dapur umum, serta pemberian satu unit generator listrik sebagai sumber penerangan darurat bagi warga. Upaya ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.


Pelaksanaan misi kemanusiaan ini terlaksana berkat sinergi antar Unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK yang turut berperan dalam proses pengumpulan, pendistribusian, serta penguatan koordinasi di lapangan.


Selain itu, pihak Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK memberikan dukungan penuh berupa fasilitasi, arahan, dan pendampingan kelembagaan sehingga kegiatan sosial ini dapat berjalan secara tertib, akuntabel, dan tepat sasaran.


Tim relawan METALIK bertolak menuju lokasi bencana pada 5 Desember 2025 dan kembali pada 8 Desember 2025 setelah melaksanakan serangkaian kegiatan sosial dan bantuan kemanusiaan. 


Selanjutnya, perwakilan tim melakukan kunjungan lanjutan pada 14 Desember 2025 untuk menyerahkan secara langsung generator listrik guna menunjang kebutuhan penerangan warga di malam hari. Hal ini mengingat sebagian besar wilayah terdampak mengalami kerusakan infrastruktur, termasuk jaringan listrik, yang berdampak pada keterbatasan aktivitas masyarakat pascabencana.


Kondisi rumah yang tersisa di Desa Lhok Sandeng Pidie Jaya (Foto : Tim Metalik)


Dalam mendukung kelancaran logistik penyaluran bantuan, PT Cahaya Abadi turut membantu penyediaan sarana transportasi sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan ini sangat berarti karena mempermudah mobilisasi relawan dan distribusi bantuan ke wilayah yang terdampak langsung, terutama daerah dengan akses jalan yang terbatas akibat bencana.


Salah satu lokasi yang menjadi titik fokus penyaluran bantuan adalah Desa Lhok Sandeng, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Desa tersebut mengalami dampak paling parah akibat terjangan banjir bandang. 


Berdasarkan pendataan di lapangan, dari total 54 kepala keluarga yang sebelumnya bermukim di desa tersebut, hanya 4 unit rumah yang masih berdiri. Sementara itu, sebagian besar rumah warga hancur, tertimbun material banjir, atau tidak lagi layak huni. Kondisi ini menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal dan harus mencari lokasi yang lebih aman.


Sebagai langkah penyelamatan diri, sebagian besar warga Desa Lhok Sandeng terpaksa mengungsi ke desa terdekat yang tidak terdampak langsung, di antaranya Desa Sarah Mane. Pengungsian dilakukan untuk sementara waktu sampai kondisi wilayah dinyatakan aman serta proses pemulihan infrastruktur dan hunian warga dapat dilakukan secara bertahap. 


Hingga kini, wilayah tersebut masih berada dalam status siaga bencana, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.


Selama berada di lokasi bencana, relawan METALIK FEB USK tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga turut membantu pengelolaan dapur umum bersama warga dan pihak terkait. Kehadiran relawan di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan ketenangan, dukungan moral. 



Relawan menyerahkan 1 unit generator untuk penerangan di Desa Lhok Sandeng Pidie Jaya (Foto : Tim Metalik)


Selain itu juga memastikan ketersediaan kebutuhan pangan bagi para pengungsi selama masa tanggap darurat. Interaksi langsung dengan warga juga menjadi sarana untuk mendengarkan keluh kesah, harapan, serta kebutuhan yang belum terpenuhi.


Ketua Tim Tanggap Bencana METALIK FEB USK Sayid Hijrinsyah menyampaikan bahwa, misi kemanusiaan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat yang dilanda musibah. 


Menurutnya, bantuan yang disalurkan mungkin belum sepenuhnya mampu menjawab seluruh kebutuhan warga, namun diharapkan dapat meringankan beban mereka dan menjadi simbol kepedulian serta persaudaraan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga, baik antar-UKM, pihak fakultas, lembaga sosial, maupun sektor swasta, guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.


"METALIK FEB USK berharap agar bantuan ini tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka, " jelasnya.


Dalam situasi yang penuh tantangan ini, solidaritas sosial, empati, dan kebersamaan menjadi kunci utama untuk melewati masa-masa sulit. Organisasi juga membuka ruang bagi pihak-pihak yang ingin bersinergi dalam program kemanusiaan serupa di masa mendatang, lanjutnya.


"Sebagai organisasi mahasiswa yang bergerak dibidang kepedulian lingkungan dan kemanusiaan, METALIK FEB USK berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam setiap upaya penanggulangan bencana. Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan, tetapi juga melalui edukasi dan penguatan kapasitas relawan agar siap diterjunkan kapan pun masyarakat membutuhkan, " demikian ujarnya.


Red


Komentar

Tampilkan

Terkini