Satgas USK Produksi Nasi Siap Saji untuk Korban Bencana

Sabtu, 03 Januari 2026, Januari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-01-04T09:12:44Z

Satgas USK produksi nasi siap saji untuk korban bencana (Foto : Humas USK)


Banda Aceh - Satuan Tugas Universitas Syiah Kuala (Satgas USK) melalui Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan terus berinovasi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Salah satu terobosannya adalah memproduksi makanan siap saji tahan lama (long shelf-life ready-to-eat meals) yang dapat disimpan hingga satu tahun.


Ketua Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan Satgas USK, Dr. Satriana, mengatakan ketersediaan pangan siap saji menjadi kebutuhan mendesak di kawasan bencana, mengingat keterbatasan fasilitas memasak dan akses bahan pangan.


“Dalam kondisi darurat, masyarakat membutuhkan makanan yang aman, praktis, dan memiliki daya simpan panjang. Itulah fokus utama kami dalam menyiapkan pangan darurat ini,” ujar Dr. Satriana, Sabtu (3/1/2025).


Program pangan darurat ini awalnya dikembangkan oleh tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan kemudian dilanjutkan oleh Tim USK melalui skema alih pengetahuan. Tim USK telah mengikuti pelatihan komprehensif, mulai dari proses pengolahan, teknik pengemasan, hingga penerapan standar keamanan pangan, sehingga produksi dapat dilakukan secara mandiri dan terstandar.


Adapun menu yang diproduksi meliputi nasi uduk dan nasi liwet dengan masa simpan minimal satu tahun. Nasi uduk disajikan bersama lauk ikan teri Medan dan telur orak-arik, sementara nasi liwet dilengkapi ayam suwir. Seluruh menu dirancang agar dapat langsung dikonsumsi tanpa memerlukan peralatan dapur tambahan, sekaligus tetap memenuhi kebutuhan gizi dasar korban bencana.


Ketua Satgas USK, Prof. Dr. Syamsidik, ST, MSc., menegaskan bahwa keberlanjutan program ini merupakan hasil kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memperkuat sistem pangan darurat nasional.


“Melalui skema ini, produksi pangan darurat dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terstandar. Satgas USK berupaya memastikan bantuan pangan selalu tersedia dan cepat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” katanya.


Selain mendukung respons kebencanaan, kegiatan produksi pangan siap saji ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 12, yakni konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Proses produksi yang higienis, efisien, dan terukur diharapkan mampu meminimalkan pemborosan pangan serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam jangka panjang.


Red

Komentar

Tampilkan

Terkini