Banda Aceh - Kebut-kebutan motor di jalanan, pada film era tahun 80-an dikenal dengan sebutan anak jalanan oleh warga Jakarta, dengan film populer "Ali Topan Anak Jalanan."
Tetapi di Aceh anak jalanan itu dikenal dengan sebutan "anak main," tersebutlah nama-nama seperti Titik (Nurshanty Adnan), istrinya mantan Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin sebagai anak main
Titik populer diakhir tahun 70-an sebagai pembalap motor. Dia membalap motor di jalanan, dan memamerkan keahliannya dengan balapan keliling lapangan Blang Padang.
Era Titik berlalu, kemudian muncul Era Nyanyak (Cut Lela Kesuma). Pada pertengahan tahun 1980-an, mereka menggeber motor mengelilingi lapangan Blang Padang.
Menggeber motor keliling Blang Padang menjadi trend generasi muda masa itu, merekapun disebut dengan "anak main." Nursyanti Adnan dan Lela Kesuma menjadi wakil dari zamannya
Nursyanti dikenal sebagai pembalap cantik masa itu, sementara Cut Lela Kesuma dikenal karena dia cucunya Kolonel Husen Yusuf ( mantan Panglima Divisi 10 dan Panglima Darul Islam).
Dua pembalap wanita itu dikenal dan sangat populer pada zamannya. Tetapi tidak satupun pembalap pria yang namanya mewakili pembalap era zaman Titik dan Nyanyak
Pembalap Gen Z
Era tahun 2026 ini muncul lagi pembalap, kita sebut saja pembalap Gen Z atau Generasi Z sesuai tahun kelahiran mereka 1997 hingga 2012. Jumlahnya juga terlalu banyak, mencapai ratusan.
Mereka balapan di depan Mesjid Baiturrahim Ulee Lheu. Aksinya seusai shalat subuh, bocah usia rata-rata belasan tahun atau masih duduk dibangku SMP itu balapan, memutar motor di bundaran depan mesjid Baiturrahim.
Raungan sepeda motor pembalap milenial memecah kesunyian subuh, membuat ketakutan para jamaah shalat subuh Mesjid Baiturrahim saat akan pulang.
Sepanjang jalan Ulelheu dipenuhi aksi kebut-kebutan, bocah usia sekolah SMP hingga SMA. Tidak hanya pria, wanitanya juga ikut ngebut. Tidak hanya sendirian, berboncengan sampai bonceng tiga mereka lakukan.
Subuh Jum'at (20/02), aksi pembalap Gen Z ini sampai dikejar dengan trail polisi. Tetapi aksi mereka pada subuh Minggu (22/02), kembali terlihat.
Di sepanjang Jalan Ulelheu Subuh Minggu sudah dipenuhi pembalap Gen Z. Mereka sepertinya memiliki fans cilik yang sudah bergerombol menonton di tepi jalan. Mereka membuat video dan menampilkan di medsos, agar dikenal.
Aksi pembalap Gen Z ini membuat Kota Banda Aceh semakin tidak nyaman. Balapan itu bisa saja menimbulkan kecelakaan lalulintas.
Tarmizi Alhagu