Sayur Kulit Sapi Khas Kuliner Aneuk Galong
Aceh Besar - Sepiring sayur kulit sapi menjadi menu makan siang saya hari ini, ketika singgah di warung kuliner di Simpang Aneuk Galong, Sibreh, Aceh Besar.
Warung kuliner Aneuk Galong sudah beberapa tahun ini, menjadi tempat untuk memuaskan kenikmatan kuliner saya.
Seperti juga hari ini Kamis (12/02), saya singgah kembali di warung khas Aceh ini. Sementara, tidak jauh dari situ tampak pemandangan sebuah monumen pesawat tempur di depannya.
Biasanya saya memesan satu piring Ikan Paya. Berisi beberapa potong Ikan Gabus yang dibumbui kari.
Namun karena hari ini terlambat datang, menu Ikan Paya itu sudah habis. Beberapa menu khas lainnya seperti daging bakar asap juga sudah habis.
Akhirnya saat mau pesan, yang tersisa hanya beberapa piring lagi sayur kulit sapi (kukut). Namun begitu, itupun sudah cukup untuk memuaskan kenikmatan kuliner saya.
Sajian Sie Balu(daging bakar)Warung kuliner Aneuk Galong ini harus cepat datangnya, sebelum azan Dhuhur, atau sebelum pukul 13:00 WIB. Lewat waktu itu menu yang tersedia di warung hanya sisa gorengan ikan laut.
Sepiring sayur kulit sapi ditambah sepotong peyek udang, saya hanya cukup membayar Rp.15.000. sepiring Ikan Gabus juga hanya diminta Rp.15.000, jauh beda dengan harga kuliner di Banda Aceh, bisa dua sampai tiga kali lipat harganya.
Kuliner Ramadhan
Bulan Ramadhan warung kuliner ini akan semakin seru. Sebab semua masakan disajikan di atas meja panjang di depan warung.
Menunya mulai ikan bakar, Kuah Beulangong, kepala ikan, Sop kaki sapi, sayur kulit, ikan paya dan berbagai hidangan laut lainnya.
Namun yang menjadi menu khas warung makan Aneuk Galong, tetap kuliner khas Aceh Besar, ikan paya, kuah beulangong, daging asap bakar dan sayur kulit sapi.
Bulan Ramadhan lalu saya pernah mendapatkan sepotong Sop daging hanya dengan harga Rp.10.000. Pengunjung lain juga mendapat sayur kepala ikan hanya Rp.10.000.
Warung makan Aneuk Galong sudah mulai buka sejak pukul 15:00 WIB di bulan Ramadhan. Telat sedikit saja menu andalan sudah duluan dibawa pulang penikmat kuliner lain. Itulah serunya berburu kuliner khas Aceh Besar.
Tarmizi Alhagu