Bener Meriah - Pemerintah memastikan Jembatan Permanen Wih Kanis telah dapat digunakan pada akhir 2026. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, S.STP, MAP pada Senin (02/03). Hal ini berdasarkan hasil koordinasi bersama dengan perwakilan BNPB Kabupaten Bener Meriah, Dinas PUPR Kabuapten Bener Meriah dan PPK Kementerian PUPR.
Menurut ilham, Pembangunan Jembatan Darurat akan dilaksanakan sebelum Lebaran, sementara Jembatan Permanen Ditargetkan Rampung Tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bener Meriah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jembatan Akibat Bencana Hidrometeorologi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Kementerian Pekerjaan Umum, Camat Mesidah, serta para Kepala Kampung di wilayah terdampak.
Ilham menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut disampaikan perhatian serius dari Wakil Presiden Republik Indonesia dan Kepala BNPB terkait pentingnya peningkatan keselamatan warga yang selama ini melintasi jembatan tersebut.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengambil langkah cepat untuk memastikan akses masyarakat tetap aman dan tidak terganggu,” ujar Kepala Dinas Kominfo Bener Meriah.
Ilham menambahkan, Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pasca Bencana Wilayah Sumatera bersama Menteri Pekerjaan Umum selaku Koordinator Bidang Infrastruktur Satgas PRR telah menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk penyelesaian Jembatan Weh Kanis Atas. SPK tersebut bertujuan untuk segera membangun jembatan permanen di lokasi tersebut.
"Sebelum pembangunan jembatan permanen dimulai, akan dibangun jembatan darurat untuk digunakan masyarakat selama proses konstruksi berlangsung. Pembangunan jembatan permanen ditargetkan selesai paling cepat dalam waktu enam bulan sejak pekerjaan dimulai dan tidak melewati Desember 2026, " jelasnya.
Pembangunan jembatan darurat akan dimulai sebelum Hari Raya IdulFitri dengan memanfaatkan 2–3 unit kontainer sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat. Selain itu, akan dilakukan pelebaran serta pengurangan kemiringan pada jalan darurat yang ada saat ini, lanjutnya.
"Selama proses pembangunan jembatan darurat, jembatan yang saat ini digunakan tetap dipertahankan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Seluruh pembangunan, baik jembatan darurat maupun jembatan permanen, akan menggunakan dana dari DIPA Kementerian Pekerjaan Umum, " ucapnya.
Dengan adanya penanganan langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum, maka pembangunan jembatan darurat oleh BNPB sebagaimana arahan sebelumnya tidak lagi diperlukan, tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat dalam menangani infrastruktur vital ini dan memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan mengutamakan keselamatan masyarakat, pungkasnya.
.jpg)