Kondisi Lantai Jembatan Krung Jalin Rusak Parah.
Aceh Besar-Sebuah jembatan rangka besi, dengan lantai kayu, telah puluhan tahun menghubungkan desa Jalin, dengan pemukiman transmigrasi disana.
Jembatan yang membentang diatas sungai Jalin itu, berada sekitar 10 kilometer di timur ibu kota Jantho, jembatan yang menjadi saksi sejarah, ketika para transmigran kabur, karena rumahnya dibakar pada masa konflik.
Jembatan tua Jalin kondisinya kini mengalami rusak berat, papan lantainya banyak yang patah, beberapa bagian lantai malah terlihat berlobang, banyak papan lantai sudah diganti, tetapi diletakkan membujur begitu saja, tanpa diikat dengan baut.
Ketika kendaraan melintas, seringkali pengemudi kehilangan kendali, ban mobil ataupun motor bergeser, akibat lantai yang tak lagi normal.
Jembatan Jalin kini berubah menjadi jalur yang bisa saja mengundang maut, tetapi belum juga diperbaiki, menurut Kadis PUPR Aceh Besar Syahrial ST, akan diperbaiki sekalian dengan pembangunan jalan Jantho- Keumala.
Jembatan tua Jalin kini berpacu, antara menanti korban, yang akan jatuh dilantai jembatan itu, ataukah perbaikan jembatan bersamaan dengan pembangunan jalan Jantho-Keumala.
Usai tsunami Aceh, banyak pengungsi yang datang ke wilayah Jantho, puluhan Camp pengungsi dibangun dikaki gunung, saat itulah Jalin kedatangan pengunjung lagi
Jembatan tua Jalin kedatangan tamu, yang ingin melihat kondisi pemukiman transmigrasi, lokasi transmigran yang berbatas dengan tebing sungai.
Dibawah jembatan tua Jalin tersaji sebuah panorama indah, banyak wisatawan berkunjung untuk mandi disungai Jalin, sungai berair jernih dengan bebatuan kerikil dan pasir halus didasarnya.
Panorama pegunungan melengkapi keindahan sungai Jalin, pepohonan hijau dan perkebunan warga, membuat warga yang datang dari berbagai lokasi, menjadikan sungai Jalin sebagai destinasi wisata di Aceh Besar.
Namun keindahan sungai Jalin itu kini mulai terganggu, airnya berubah keruh coklat kekuningan, tampak kotor seperti membawa lumpur dari hulu, membuat wisatawan enggan untuk kesana.
Sungai Kering Diujung Lokasi Transmigrasi.
Sungai Di Jalin Sudah Kering.Sungai yang berada diujung pemukiman itu, semula berair deras, banyak pepohonan ditepinya, tapi kini kondisinya jauh berbeda, sungai deras itu telah kering, meninggalkan hanya sebuah alur, yang bisa dilintasi dengan pejalan kaki.
Kondisi Jalin juga sudah normal kembali, warga telah tinggal dirumah seperti sediakala, melanjutkan kehidupan sebagai petani.
Mereka menanam banyak pohon kemiri, pinang, padi, bahkan pohon kapas, beberapa kebun sawit terlihat batangnya telah tinggi, sebuah kebun terlihat menebang pohon kemiri, lalu menggantinya dengan tanaman sawit.
Sepanjang sisi jalan kini dipenuhi dengan perkebunan, para warga terlihat membawa hasil bumi dari kebun mereka, berbagai tanaman holtikultura juga telah ditanam.
Tarmizi Alhagu.