![]() |
| Kondisi Hutan Pegunungan Jantho yang Telah Renggang Pepohonan ( Video : Tarmizi) |
Aceh Besar - Seorang pemilik rumah makan di depan Mesjid Seulimum, menyampaikan keluhan ketika seorang pelanggan memesan daging rusa.
Dia mengatakan sudah lebih enam bulan, tidak pernah lagi diantarkan daging rusa oleh pemburu. Biasanya setiap minggu pasti ada saja daging rusa dijual untuk mereka.
Kondisi Hutan Sebelah Barat Pegunungan Jantho ( Video : Tarmizi )
Beberapa pelanggan yang datang dari tempat yang jauh, merasa kecewa. Ternyata daging rusa yang mereka harapkan, dapat dinikmati di rumah makan Seulimeum, ternyata sudah tidak ada lagi.
Lelaki pemilik warung menyampaikan bahwa, sudah sejak tiga tahun lalu daging rusa semakin langka. Hingga sampai saat ini, tidak ada lagi pemburu yang membawa pulang rusa.
Rusa yang dijual ke warungnya, dikatakan berasal dari hutan di gunung sebelah selatan Seulimum.
Hutan yang dimaksud lelaki pemilik rumah makan, tidak lain hutan disekitar pegunungan Jantho, dari Jalin hingga hutan yang menuju wilayah Lamno.
Hutan yang kini sebagian sudah botak dan renggang dari pepohonan, hanya tinggal pohon dengan batang kayu ukuran kecil, sebesar betis dan paha, yang belum dijarah oleh pelaku ilegal logging.
Di hutan yang tadinya rimbun dengan pepohonan besar yang rapat. Kini telah berubah menjadi hutan kecil, dengan pohon yang belum bisa digunakan untuk keperluan pembangunan rumah.
![]() |
| Kondisi Hutan Diarah Utara Jalur Jantho- Lamno (Video : Tarmizi) |
Di sanalah tadinya kawanan rusa menjadikan hutan Jantho, sebagai habitat mereka. Tetapi kini rusa telah menghilang, bersama hilangnya hutan di jalur Jantho-Lamno.
Lalu bagaimana pula di wilayah yang tertutup hampir semua jalur keluarnya. Kayu-kayu curian dari hutan Jantho bisa menghilang. Padahal untuk keluar harus melewati Mapolres Aceh Besar, Batalion TNI dan Pos Polhut di Seulawah.
Hutan Jantho memang sudah menghilang, namun raungan gergaji mesin belum berhenti di sana. Pembalak liar mulai mengincar pohon-pohon ukuran besar di tepi jalan, untuk mereka tebang. Pohon yang tadinya mereka abaikan karena takut aksinya, dilihat oleh orang yang melintas.
Tarmizi Alhagu



