Hari UMKM Internasional, Banda Aceh Kondusif Untuk Usaha

Kamis, 28 Juni 2018, Juni 28, 2018 WIB Last Updated 2018-06-28T10:59:50Z

Banda Aceh-Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI bekerja sama dengan UKM Center FEB Unsyiah serta didukung International Council for Small Business (ICSB) dan Asia Council for Small Bussiness (ACSB) mengadakan Hari UMKM Internasional 2018 dengan tema “Humane Entrepreneurship for Better Indonesia” di Anjong Mon Mata pada Rabu, 27 Juni 2018.

Even usaha kecil menengah dan mikro memilih kota Banda Aceh sebagai salah satu kota tempat memperingati hari Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Internasional secara serentak pada 27 Juni 2018. Selain kota Banda Aceh secara nasional juga diperingati di Jakarta, Yogyakarta dan Manado.

Acara tersebut dihadiri duaratusan pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Aceh. Juga digelar beberapa stand dengan memamerkan produk dari pelaku UMKM asal Aceh. Sementara sebagai narasumber seminar adalah dari Bawadi Group, T. Dhahrul Bawadi, Deputy Bisnis PT. Pegadaian Syariah (Persero) Ferry Heriawan serta Ketua ICSB Aceh, Dr. Iskandarsyah Majid.

Ketua Panitia yang juga Direktur UKM Center FEB Unsyiah Dr. Iskandarsyah Madjid mengatakan dengan adanya momen peringatan UMKM Internasional diharapkan bisa membangkitkan kembali agar muncul saudagar-saudagar Aceh.

Menurutnya pada 2018 sudah 75 ribu lebih UMKM tumbuh di Aceh, sekarang banyak anak muda yang mulai menjadi pengusaha, dan sudah banyak produk yang dihasilkan.

“Kendala yang dihadapai sekarang adanya pasar bebas, jadi mereka tidak bisa berdiri sendiri. Harus melibatkan beberapa faktor yaitu pemerintahan, kebijakan, media dan komunitas para pengusaha, jadi bersama akan tersampaikan. Untuk Kota Banda Aceh sangat kondusif untuk membangun UMKM, “ jelasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT mengatakan bahwa UMKM perlu diperhatikan karena jumlah pengusahanya lebih banyak dan daya tahannya terhadap krisis jauh lebih tinggi. Selain itu juga daya tahan pelaku-pelakunya jauh lebih baik dibandingkan konglomerasi, oleh karenanya apa yang dilakukan rekan-rekan UMKM di Aceh harus didukung, ujar Nova.

“Semua daya upaya maupun potensi yang dimiliki Pemerintah Aceh terutama kemampuan dalam potensi APBA kita, harus sudah dimulai secara politik berpihak kepada UMKM, karena memang kebetulan di Aceh belum ada konglomerasi industri besar yang ada hanya perkebunan.

"Ke depan saya minta ada skema-skema yang kongkrit manfaatnya langsung dirasakan pengusaha UMKM, “ demikian urai Nova.

Soraya
Komentar

Tampilkan

Terkini

Seputar%20Nanggroe

+