Ads (728x90)




Banda Aceh-Pemerintah Aceh melalui PT Pembangunan Aceh meresmikan Pusat Logistik Berikat dan Pergudangan Terpadu milik PT. Trans Continent, di Kawasan Industri Aceh Ladong Aceh Besar, Sabtu (31/8).

Usai melakukan peletakan batu pertama oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, berharap perusahaan milik putra Aceh Utara itu, bisa menjadi lokomotif untuk menarik perusahaan-perusahaan terutama perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) lain untuk ikut berinvestasi di Aceh.

Lebih lanjut, Nova mengatakan pembangunan pusat logistik ini berkaitan erat dengan semangat untuk memperluas suplai kebutuhan barang, dan meningkatkan jalur ekspor produk daerah.

"Langkah ini sejalan pula dengan rencana kita untuk mengoptimalkan tol laut Aceh dengan menjadikan Pelabuhan Malahayati sebagai pusat bongkar muat kontainer, sekaligus menunjukkan betapa besarnya perhatian kita dalam mendukung pengembangan iklim usaha di daerah ini. Sebagai kawasan yang sangat strategis di wilayah ASEAN, kita tentunya layak mengambil peluang ini untuk menarik investor mengembangkan usaha di Aceh," ucapnya.

Nova juga menambahkan, yang lebih menariknya lagi di pusat logistik ini tidak ada pembatasan suplai barang. Dengan kapasitasnya yang besar, berbagai jenis barang bisa disimpan di sini, dengan masa simpan bisa mencapai 3 tahun atau lebih. Begitu juga untuk komoditi ekspor, ruangan untuk penyimpanannya cukup besar, sehingga eksportir tidak perlu tergesa-gesa mengirim barang.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Aceh harus menyediakan kawasan industri strategis, di bangun di atas lahan yang luas, dekat dengan pintu ekspor, dilengkapi infrastruktur dan teknologi yang memadai, serta tersedianya layanan publik yang prima.

"Lokasi ini nantinya kita jadikan sebagai smart industry area dengan branding competitive, halal, smart and green industrial park. Dengan pencitraan itu, diharapkan investor tertarik mengembangkan usahanya kawasan ini, tentu akan meningkatkan pasarnya melalui jalur ekspor yang tersedia," urainya.


Sementara itu, CEO Trans Continent Ismail Rasyid mengatakan dengan adanya gudang berikat di KIA Ladong, akan membuka dan mempermudah jalur perdagangan baik dari dalam maupun ke luar negeri. Apalagi lokasi KIA Ladong sangat mendukung dengan adanya tol laut juga sudah dihubungkan oleh PT. Pelni.

“Insya Allah beberapa industri besar lainnya akan segera masuk. Sebagai pionir, saya akan berusaha maksimal,” kata Ismail Rasyid.

Dia mengatakan, Pusat Logistik Berikat ini nantinya akan dijadikan tempat transit dan penimbunan barang baik domestik dan internasional dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, akan memangkas jalur dan melancarkan distribusi barang dari hulu hingga ke hilir.

"Hari ini pembangunannya segera dimulai. Untuk itu, saya menghimbau semua pihak untuk mendukung pembangunan ini, sehingga proyek ini cepat selesai dan dapat dimanfaatkan sesegera mungkin," ujarnya.

Rasyid menjelaskan, kehadiran Pusat Logistik Berikat ini nantinya juga akan sangat bermanfaat bagi aktivitas usaha di Aceh. Sehingga adanya pusat logistik ini, bersama perusahaan manufaktur di dalam negeri tidak perlu lagi impor bahan baku, barang modal atau bahan penolong, karena semua tersedia di sini.

“Selain itu, memberikan nilai tambah terhadap produk-produk unggulan yang ada di Aceh. Dengan begitu, tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi bisa diolah di kawasan ini sebelum diekspor menjadi barang intermediate, “ demikian terang Ismail.

Soraya

Posting Komentar