Iklan

Asosiasi IKM Aceh Gelar Mubes Perdana

Senin, 02 September 2019, September 02, 2019 WIB Last Updated 2019-09-02T01:58:47Z



Banda Aceh-Sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi IKM Aceh (ASIA) mengadakan Mubes perdana di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, pada Minggu (01/09). Kegiatan tersebut diikuti puluhan pengusaha IKM dari seluruh Aceh dengan tujuan untuk memilih ketua periode pertama.

Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Ir Iskandar Syukri, dalam sambutannya mengatakan pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) sangat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengingat sektor ini akan dapat berperan meningkatkan perluasan lapangan kerja, serta mendorong bangkitnya sektor usaha lainnya.

"Tidak sedikit pula IKM di Aceh yang produknya mampu menembus pasar nasional sehingga hadirnya Asosiasi IKM yang bekerjasama dengan Direktur TSC Pusat Logistik Berikat Pergudangan ini bisa dapat terus mendorong penguatan usaha," ucapnya.

Lebih lanjut, Syukri menyatakan terkait IKM ada tiga elemen penting yang kerap menjadi hambatannya seperti, masalah permodalan, manajemen dan market atau pasar. Dari segi permodalan pihaknya terus mendorong agar Perbankan di Aceh dapat meningkatkan penyaluran kreditnya bagi usaha IKM, khususnya PT Bank Aceh Syariah pada RUPS beberapa waktu lalu, Pemerintah Aceh menekankan agar Perbankan dapat meningkatkan kucuran kreditnya, bagi usaha produktif bersama Perbankan lainnya.

“Oleh sebab itu, masalah permodalan ini harus diperkuat pula dengan manajemen yang rapi dan market potensial, sehingga Pemerintah Aceh siap menghadirkan tenaga pendamping di lapangan. Kita tengah menyiapkan tim ahli guna memberi bimbingan kepada pengelola IKM tentang sistem usaha dengan manajemen. Sementara di bidang Marketing, Pemerintah Aceh akan aktif mempromosikan produk-produk IKM lokal dalam berbagai Event Nasional, salah satunya pada Internasional Handicraft Trade Fair (INACRAFT) tahun depan di Jakarta, “ urainya.

Ditambahkannya, Event INACRAFT 2020 nanti merupakan event promosi IKM yang bakal mendapat perhatian di tingkat dunia, bahkan produk IKM Aceh akan menjadi icon pada penyelenggara tersebut, sehingga mendapatkan ruang lebih besar untuk mempromosikan berbagai produk kreatif dari daerah ini, seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya membuktikan, transaksi bisnis dalam event itu cukup besar.

Syukri berharap, pertemuan Mubes Asosiasi IKM Aceh ini hendaknya bisa membahas sekaligus selanjutnya, dapat melakukan koordinasi dengan SKPA terkait untuk dapat mengambil peran pada pameran event tersebut.


Sementara itu Pendiri ASIA T Dhahrul Bawadi menjelaskan tujuan dibentuknya ASIA pada 22 April 2019 adalah agar pengusaha yang ada di Aceh bisa memasarkan produknya hingga ke tingkat Asia, sedangkan agenda Mubes bertujuan untuk memilih ketua dan selanjutnya menyusun program kerja kedepan.

“Saat ini yang bergabung sudah ada 128 pengusaha, yang mendaftar ke organisasi 45 pengusaha, itu masih bertambah. Seltelah Mubes ini juga kita akan melantik setiap pengurus di kabupaten/kota seluruh Aceh, sehingga IKM yang ada di Aceh akan bersatu, “ urainya didampingi Ketua Panitia Indra.

Kepada Pemerintah Aceh berharap kita bisa bersinergi dengan IKM, kecil mikro dilibatkan semua ASIA adalah pelaku-pelaku riil usaha di Aceh, riil semuanya yang produksi. Bagian distribusi memasuki tingkat nasional dan internasional, dibangun kawasan pengemasan produk IKM dari ASIA bersetara internasional.

“Setelah terpilih ketua, kita akan melakukan pendataan semua pelaku IKM di Aceh, mendata keluhan dan kebutuhan ASIA dan memberikan tindak lanjut apa kendala yang dihadapi. Rencananya dalam waktu dekat kami akan melakukan pameran dan promosi ke  Brunei Darussalan, Hanoi Vietnam dan China, “ demikian papar Dhahrul.  

Soraya


Komentar

Tampilkan

Terkini

Seputar%20Nanggroe

+