Ads (728x90)



Banda Aceh- Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI (PEPABRI) DPD Aceh menggelar peringatan HUT PEPABRI ke-60, di Kantor PEPABRI Aceh Komplek Makam Iskandar Muda Banda Aceh, pada Kamis, 12 September 2019. Acara yang dihadiri oleh puluhan anggota PEPABRI di sekitar Banda Aceh tersebut, berlangsung khidmat dan sederhana dengan tema “Rajut Persatuan Indonesia Kokoh”.

Ketua DPP PEPABRI Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar dalam amanat tertulisnya mengatakan bangsa Indonesia baru saja melaksanakan Pemilu 17 April 2019, namun walau berbeda pilihan purnawirawan tidak boleh terpecah.

Dia berharap purnawirawan harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan, termasuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan warga bangsa, purnawirawan sebagai individu bisa bergabung dengan kekuatan politik lain, yang mempunyai aspirasi yang sama untuk berjuang di Pemilu berikutnya.

Ditambahkannya, PEPABRI adalah organisasi berwatak pejuang, itu artinya apa yang ada dibenak pikiran masa purna tugas, tetap diorientasikan untuk kepentingan bangsa dan negara, PEPABRI harus menjadi organisasi yang selalu peduli terhadap kepentingan bangsa dan negara, tidak  boleh apatis terhadap setiap perkembangan yang terjadi, dan harus ikut berperan sebagai kekuatan moral dalam dinamika kehidupan bangsa.

Agum melanjutkan, sebagai insan berwatak pejuang, jajaran PEPABRI disetiap tingkat organisasi harus peduli dengan permasalahan yang dihadapi di daerahnya masing-masing, PEPABRI harus berusaha menyampaikan  masukan kepada pimpinan di daerahnya agar dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi secara benar.

Sementara itu, Ketua DPD PEPABRI Aceh Kolonel (Purn) Saifullah mengatakan keutuhan NKRI sangat penting bagi PEPABRI. “Kita tetap memonitor wilayah Aceh apakah ada pengaruh ideologi lain baik dari luar maupun dari dalam, sebagai pensiunan kita tetap memantau, “ ujarnya.

Dia menjelaskan saat ini anggota PEPABRI seluruh Aceh ada sekitar 8000-an Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI. Melihat kondisi Indonesia saat ini yang sempat terjadi di Papua, pihaknya turut merasakan prihatin.

“Kita merasa prihatin dengan yang terjadi di Papua, kita menghimbau melalui DPP sudah menyarankan kepada pemerintah agar dapat diselesaikan. Walaupun sudah purnawirawan  jiwa sapta marga sumpah prajurit itu tetap ada, “ urainya.

Dia berharap kepada seluruh anggota TNI POLRI yang bertugas saat ini, untuk terus menjaga dan melindungi rakyat. Menurutnya mendapat tugas menjaga NKRI merupakan sebuah kebanggaan agar negara selalu aman.

Soraya

Posting Komentar