Ads (728x90)



Banda Aceh-Kadin Aceh berharap Pemerintah Pusat dapat memprioritaskan peningkatan pelabuhan untuk mendorong aktivitas ekspor Aceh, agar eskpor barang dari Aceh lebih efisien dan menguntungkan Aceh. Demikian pinta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh H Makmur Budiman SE kepada media Harian Moslem saat ditemui disela-sela acara Pertemuan Pembukaan Dagang Laut Calang-India-Birma di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh pada Senin, 4 November 2019.

Menurutnya, untuk meningkatkan ekspor dari Aceh maka sebaiknya pelabuhan Aceh bisa menjadi pelabuhan internasional sehingga eskpor bisa menjangkau seluruh dunia.

Ketika berbicara jarak angkut, pemerintah sekarang agak serius melakukan ekspor dari Aceh ke India, tapi tanpa infrastruktur yang mantap low cost economy tidak terjadi. Walaupun jarak angkut kita dekat dengan India dibandingkan jarak angkut Belawan ke India, kita lebih hemat waktu 3 hingga 4 hari. Jadi low cost economy tidak terjadi kalau infrastruktur pelabuhannya tidak dilengkapi, dan tidak modernisasi, “ papar Makmur.

Lebih lanjut, Makmur menjelaskan alasan mengapa memilih Pelabuhan Calang karena infrastruktur untuk pelabuhan tangki sudah cukup memadai dengan kapasitas 5.000 ton, selain itu juga mempertimbangkan dari segi bisnis yang mengutamakan efisiensi dan maksimum profit.

“Untuk tahap pertama kita baru bicara eskpor CPO, berikutnya mungkin kopi, pinang dan komoditi lainya yang bermunculan akbat dari kegiatan ekspor ini. Tujuanya yang kita butuhkan terjadi multiplier efek dimana-mana.  Jadi nanti akan muncul pabrik minyak goreng, termasuk pabrik sabun dan lain-lain, “ ujarnya.

Ditambahkannya, ke depan agar bahan mentah seperti minyak sawit mentah (CPO) bisa diekspor menjadi bahan jadi untuk meningkatkan nilai tambah, Kadin siap mempelopori kalau ada dukungan dari perbankan untuk membangun pabrik minyak goreng di Aceh.

“Nanti berikutnya harapan kita pelabuhan Krueng Geukueh bisa ekspor CPO, rencananya bisa pertengahan bulan ini, disamping kita masih berpikir bagaimana caranya agar semua pelabuhan di Aceh nanti bisa bergerak cepat. Sementara untuk Pelabuhan Calang masih butuh infrastruktur tambahan seperti break water, karena sementara ini ekspor dari  Calang baru bisa 5000 ton, sementara baru feasible kalau mencapai 10.000 ton, " demikian pungkas Makmur.  

Soraya

Posting Komentar