Ads (728x90)



Banda Aceh - Generasi Aceh Peduli (GAP) Aceh melakukan diskusi virtual bekerja sama dengan PLN Aceh di Halaman Instagram @Heri_safrijal, dengan tema " Polemik Kenaikan Tarif Listrik Saat Pandemi Covid-19 Benar Atau Tidak?" pada hari Selasa (12/5/2020).

Diskusi berlangsung dengan durasi 1 jam 30 detik yang di pandu oleh Host Heri Safrijal SP. Peserta audiensi mencapai 400 orang lebih yang mendaftar, dan juga ikut menonton.

Pemateri dalam diskusi, menampilkan GM PLN Aceh Ir Jefri Rosiadi MT, dari kalangan akademisi Unsyiah dan pakar ekonomi Dr Amri M Si, dan juga kalangan pengamat sosial dan kemasyarakatan Drs Isa Alima.

Ketua Generasi Peduli Aceh Heri Safrijal menyampaikan, terimakasihnya kepada pihak PLN Aceh yang sudah mau berdiskusi, dan berdialog bersama LSM GAP soal polemik di masyarakat Aceh yakni, isu kelistrikan saat pendemi Covid 19. "Ya Alhamdulillah PLN mau menyahuti, dan mau bergabung berdiskusi bersama kami, " ucap Heri.

Dalam diskusi tersebut, Jefri Rosiadi menyampaikan, bahwa selama keadaan pandemi Covid 19 PLN tidak ada menaikkan tarif listrik. Bahkan tarif listrik sudah lama tak mengalami kenaikan tarif, beberapa  pekan terakhir  banyak beredar isu tarif listrik mengalami kenaikan, hal ini sangatlah tidak benar, bantahnya.

"Besarnya harga tagihan listrik diakibatkan meningkatnya penggunaan oleh pelanggan apalagi di dalam keadaan pandemi ini,  peningkatan penggunaan listrik di rumah  melonjak drastis. Dan banyak pelanggan yg bekerja dari rumah dan aktifitas penggunaan listrik pun meningkat, " sebut Jefri.

Ia menambahkan, bahwa pada bulan Maret 2020 petugas pencatatan meteran listrik tak dapat melakukan tugasnya diakibatkan keadaan yang tidak stabil akibat pandemi ini. 

Sehingga PLN melakukan  pengukuran berdasarkan  pencatatan rata rata 3 bulan terakhir. Dengan cara tersebut tentu akan ada akibat kurang bayar atau lebih bayar pada bulan berjalan, yaitu April. Secara sistem, kurang bayar akan dibebankan pada pembayaran bulan berikutnya, lanjutnya.

"Dapat kami sampaikan bahwa perihal tuduhan bahwa PLN curang dan menaikkan tarif diam-diam. PLN adalah perusahaan BUMN yang setiap laporannya harus mendapatkan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan pengawasan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, " jelasnya.

"Maka sangat tidak mungkin PLN curang dan menaikkan tarif diam-diam. Bagi pelanggan yang merasa kurang puas terhadap tarif listriknya yang naik. Silahkan mengadu ke call centre (kode Area) 123. Atau juga bisa langsung ke kantor pelayanan terdekat dengan memfoto stand meter terakhir, " ujar Jefri.

Dijelaskannya, PLN sudah bekerja dengan baik dan semaksimal mungkin dalam hal pelayanan terhadap  masyarakat, PLN juga telah melakukan subsidi baik yang gratis maupun subsidi lainnya PLN telah melakukannya terhadap masyarakat yang berada di kelas bawah. 

"Jika masyarakat kurang mampu yang mendapat subsidi selama pandemi covid-19 mendapat listrik gratis untuk daya R1/450VA (2 Ampere), dan diskon 50% untuk daya R1/900Va (4 Ampere) untuk pelanggan pasca bayar ( Rekening) serta yoken untuk pelanggan Listrik Pintar (prabayar), selama 3 bulan sejak April-Juni 2020 dapat mengecek langsung via WA CC.123 dengan nomor 0812-2123-123  dengan chat hallo dan akan di respon untuk langkah selanjutnya, " papar GM PLN Aceh.

Sementara,  Dr Amri SE M Si menyampaikan, listrik merupakan kebutuhan pokok dan sangat di perlukan, seharusnya pihak PLN melakukan sosialisasi terhadap masyarakat tentang keadaan yang sedang dialami, sehingga tidak terjadi kegaduhan pada masyarakat, sehingga masyarakat tidak salah menilai. 

"Alhamdulillah  hari ini, PLN kita harap terus bekerja optimal apalagi selalu didukung oleh instrumen yang ada di setiap daerah saat Pandemi Covid-19. Masyarakat jangan latah menerima berita yang dilayangkan di pemberitaan bisa saja itu hoax dan salah, semoga PLN terus berbuat yang terbaik untuk masyarakat Aceh kedepannya, " harap Amri.

Drs Isa Alima mengatakan, kinerja PLN sudah baik dalam hal pelayanan kemasyarakat, PLN juga telah melakukan penanganan yang tepat terhadap keluhan masyarakat, itu artinya setiap stakeholder sudah merasakan pelayanan PLN yang bagus.

"Yang penting lagee pepatah ureng Aceh peugah, ulee beu matee ranteng bek pataah. Masyarakat beu senang,  PLN bek susah, " demikian tutup Isa Alima.

Red

Posting Komentar