Relawan METALIK dan Yayasan HAkA Salurkan 240 Paket Filter Air di Desa Monjambe Bireuen

Senin, 05 Januari 2026, Januari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T16:25:05Z

 

Relawan METALIK bekerja sama dengan HAkA menyalurkan bantuan ke Desa Monjambe Bireuen ( Foto : Tim Metalik )


Bireuen - Tim Tanggap Bencana Banjir Aceh dari Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (METALIK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh. Kali ini, bantuan difokuskan untuk warga di wilayah Desa Monjambe Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih untuk kebutuhan konsumsi.


Bantuan yang disalurkan berupa 240 paket filter air (setara 20 lusin) serta sejumlah paket sembako. Penyaluran ini terlaksana atas kerja sama METALIK FEB USK dengan Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Hidup (HAkA) sebagai mitra yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata atas permasalahan krisis air bersih yang tengah dihadapi masyarakat.


Perwakilan Tim Tanggap Bencana METALIK FEB USK bertolak menuju Kecamatan Gandapura pada 26 Desember 2025 untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga terdampak. Penyaluran dilakukan dengan tetap berkoordinasi bersama perangkat desa, relawan lokal, dan pihak terkait guna memastikan bantuan diterima tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.


Sebanyak 240 paket filter air yang telah disalurkan di Desa Monjambe Bireuen ( Foto : Tim Metalik )


Kecamatan Gandapura merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak signifikan akibat banjir bandang. Kerusakan infrastruktur, termasuk jaringan air bersih, menyebabkan sebagian besar sumber air yang biasa digunakan warga menjadi tercemar dan tidak layak konsumsi. 


Kondisi ini menimbulkan risiko kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Oleh karena itu, kehadiran filter air menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan warga tetap dapat mengakses air layak minum selama masa pemulihan.


Selain filter air, METALIK FEB USK dan Yayasan HAkA juga menyalurkan paket sembako sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga yang kehilangan mata pencaharian sementara akibat terdampak bencana. Kehadiran relawan juga menjadi sarana untuk memberikan dukungan moral serta memastikan komunikasi dua arah mengenai kebutuhan warga yang mungkin masih belum terpenuhi.


Contoh alat filter air yang disalurkan di Desa Monjambe Bireuen untuk menghasilkan air bersih (Foto : Tim Metalik)


Tim Tanggap Bencana METALIK FEB USK yang diwakili Koordinator Tim Sayid Hijrinsyah menyampaikan, bahwa bantuan ini tidak hanya merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan, tetapi juga komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat pascabencana. 


"Sinergi dengan Yayasan HAkA dinilai sangat strategis dalam memastikan bantuan yang diberikan memiliki nilai keberlanjutan dan daya guna yang optimal, " katanya.


METALIK FEB USK berharap kegiatan ini dapat memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat serta mendorong semakin banyak pihak untuk ambil bagian dalam gerakan kemanusiaan. Organisasi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra, donatur, dan relawan yang telah mendukung pelaksanaan misi tanggap bencana ini.


Sebagai organisasi mahasiswa yang aktif di bidang lingkungan hidup dan kemanusiaan, METALIK FEB USK akan terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Upaya ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan dan meningkatkan resiliensi masyarakat terhadap risiko bencana di masa mendatang.


Red

Komentar

Tampilkan

Terkini