Aceh Utara Butuh Pemimpin Yang Cerdas

Jumat, 11 Maret 2022, Maret 11, 2022 WIB Last Updated 2022-03-11T04:24:19Z



https://youtu.be/libkjv1RYC8

 



Banda Aceh - Anggota DPR Aceh dari Fraksi Golkar drh. Nuraini Maida melihat miris nasib Kabupaten Aceh Utara sekarang, dia menyebut kawasan yang pernah berjaya sampai awal tahun 1990 an itu sebagai kawasan industri, kini turun kepada titik nol, ekonominya hancur total, kata politisi Golkar ini.

 

Nuraini melihat ambruknya ekonomi Aceh Utara tidak terlepas dari ketidak siapan pemimpinnya, dengan anggaran yang begitu besar bahkan terbesar di Aceh, Aceh Utara tidak mampu memberikan kesejahteraan untuk rakyat.

 

“ Dulu pada waktu Karimuddin Hasbullah bupati Aceh Utara, hanya dengan anggaran 105 milyar dia mampu membangun Aceh Utara dari Samalanga hingga Panton Labu, kini Aceh Utara hanya tinggal secuil, sebagian sudah menjadi kabupaten Bireun dan Kota Lhokseumawe, dengan anggaran sekitar dua triliun rupiah, ternyata tidak memberikan dampak pembangunan dan kesejahteraan kepada rakyatnya.”

 

Semua ini kata Nuraini tidak terlepas dari ketidak mampuan pemimpinnya, rakyat telah memilih pemimpin yang tidak berpendidikan, akibatnya berdampak pada ketidak mampuan untuk mengimplementasikan pembangunan kepada wilayah yang dia pimpin.

 

Mungkin bila rakyat memilih pemimpin yang memiliki pendidikan yang baik, Aceh Utara tidak hancur seperti sekarang ini, dimana tingkat kesejahteraannya buruk sekali, penggangguran yang banyak, apalagi setelah padamnya industri vital didaerah itu, makin membuat ekonomi rakyat terpuruk.

 

Nuraini berharap kepada warga Aceh Utara untuk kedepan cerdas dalam memilih pemimpin, baik untuk tingkat Bupati maupun DPRK dan DPRA, kebiasaan memilih pemimpin karena pemberian uang pada masa kampanye jangan dilanjutkan lagi, nanti setelah terpilih dia akan korupsi, ujar politisi senior ini.

Sebagai anggota DPR Aceh Nuraini mengaku telah berbuat sampai kebatas kemampuannya, berbagai cara dia lakukan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, baik dengan bantuan kepada UMKM maupun pemberian bibit sapi kepada peternak, namun karena terbatasnya anggaran yang dia miliki, kesejahteraan itu tidak mampu membangkitkan ekonomi masyarakat Aceh Utara secara keseluruhan.

 

Nuraini meminta pemerintah memberikan bantuan kepada UMKM, jangan hanya kepada pengusaha, nanti mereka bisa jualan online, mereka juga harus dilatih dan diberi peralatan, agar apa yang sudah mereka mampu bisa mereka kerjakan.

 

Tarmizi Alhagu

Komentar

Tampilkan

Terkini