Iklan

Menurunkan Tingkat Stunting Pengkomsumsi Semi Vegetarian

Kamis, 17 Maret 2022, Maret 17, 2022 WIB Last Updated 2022-03-18T02:19:35Z



                                                                             





Banda Aceh-Mungkinkah sebuah etnis dengan pola makan semi vegetarian bisa terhindar dari stunting, itulah yang sedang diupayakan oleh Deputi III Kemenko PMK drg.Agus Suprapto M.Kes di Aceh, kata dia dalam sebuah pernyataan kepada pers di Permata Hati Hotel, Rabu, 16/3 di Banda Aceh, dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan BKKBN Aceh.

 

Agus bertekad menurunkan tingkat stunting Aceh yang tinggi, bahkan ada sebuah Kabupaten di Aceh memiliki stunting mencapai 42,9 persen yang dialami warga Gayo Lues, "itu yang ingin dia turunkan, kata Agus,"  optimisme itu dikatakan Deputi PMK berdasarkan kekayaan pangan Aceh, terutama dari sumber laut dengan protein hewani yang tinggi.

 

Aceh sendiri adalah sebuah etnis yang memiliki kebiasaan makan semi vegetarian, berupa nasi dengan sayuran, ditambah sedikit ikan atau daging, komposisi protein nabati dengan protein hewani dalam pola makan orang Aceh sangat berbanding jauh, tidak sampai 10 persen atau bahkan tidak sampai 5 persen protein hewani  yang dikomsumsi.

 

Pola makan ini tidak terlepas dari  pola makan leluhur mereka Bangsa Champa yang bermigrasi ke Aceh akibat negerinya direbut bangsa lain, bangsa yang dahulunya tinggal diwilayah Patani, sebagian Vietnam dan sebagian Kamboja ini, mewarisi pola makan vegetarian  dari leluhur mereka yang beragama agama Budha.

 

Pada medio sebelum Masehi Champa adalah sebuah negara besar yang mengalami peperangan dengan Vietnam, Thailand dan Kamboja,  mereka lari kepulau Sumatra di wilayah Aceh sekarang dengan mendirikan Kerajaan baru bernama Jeumpa, Kerajaan itulah setelah ratusan tahun bertransformasi menjadi Kerajaan Aceh.

 

Pola makan orang Aceh itu sangat mirip dengan pola makan vegetarian orang Tibet sekarang,  setelah memeluk Islam, tradisi ibadah orang Aceh juga masih mengikuti makanan vegetarian, dengan mengkomsumsi makanan yang tidak berdarah, biasanya komsumsi sepereti ini berlangsung saat mereka menjalankan ibadah Sulok.

 

Tradisi makanan yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara ini sangat berbanding terbalik dengan komsumsi makanan orang Asia Tengah, Etnis Turki dan Mongol justru hampir 60 persen makanan mereka berasal dari protein Hewani.

 

Demikian juga berbagai etnis lainnya didunia, seperti Arab, Pasthun, dan Eropa, komsumsi makanan mereka didominasi dari protein hewani, yang berasal dari daging dan susu. Tidaklah heran bangsa Turki, Arab dan Eropa sedikit mengalami tingkat stunting.


Tarmizi Alhagu

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tampilkan

Terkini