Trail Run Charity Aceh Tengah: Bangkit Bersama Melalui Olahraga dan Solidaritas

Sabtu, 24 Januari 2026, Januari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T01:23:36Z

Pegiat Trail Running Aceh bersama Tim Relawan Asosiasi Lari Trail Indonesia menyalurkan bantuan ke Desa Jamur Konyel Aceh Tengah (Foto : Tim Relawan)


Banda Aceh - Pegiat Trail Running Aceh bersama Tim Relawan Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Aceh, didukung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Tengah, melaksanakan kegiatan Trail Run Charity sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan pemulihan semangat masyarakat, pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tengah.


Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan logistik, tetapi juga membawa pesan kuat tentang kebangkitan, ketangguhan, dan pentingnya kembali beraktivitas secara positif melalui olahraga. Para pegiat trail running Aceh dan ALTI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali bergerak, menjaga kesehatan fisik, serta membangun semangat hidup yang lebih kuat setelah melewati masa sulit akibat bencana.


Rombongan relawan berangkat dari Banda Aceh pada 15 Januari 2026 pukul 11.00 WIB dan tiba di Aceh Tengah pada sore hari. Pada 16 Januari 2026, tim melakukan asesmen langsung ke Desa Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, guna memetakan kondisi lapangan dan kebutuhan mendesak warga terdampak banjir.


Puncak kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, melalui aksi Run Bantuan sejauh 20 kilometer menuju lokasi bencana. Rute trail run ini memiliki kontur jalan naik–turun dengan elevation gain sekitar 300 meter, melewati jalur perbukitan dan lintasan alami khas Aceh Tengah. 


Kondisi cuaca saat kegiatan berlangsung terbilang cukup terik, sementara sebagian besar jalur masih diselimuti lumpur sisa banjir bandang. Beberapa segmen lintasan tergolong teknikal dan terjal, sehingga menuntut kehati-hatian dan ketahanan fisik para pelari. 


Jalur ini diketahui, apabila dilewati kendaraan bermotor di kemudian hari, berpotensi menjadi sangat berdebu, yang semakin menegaskan tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat setempat.




Koordinator Relawan, Sayid Hijrinsyah, didampingi oleh Perwakilan Donatur Aminullah Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan simbol kepedulian dan solidaritas. 


"Melalui trail run ini, para relawan mengajak masyarakat untuk kembali aktif, saling menguatkan, dan membantu meringankan beban sesama warga guna mengurangi dampak psikologis pascabencana, " ujarnya.


Bantuan yang disalurkan meliputi logistik kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta perlengkapan bayi. Bantuan berasal dari donasi Alumni Teknik Sipil 2005 Universitas Syiah Kuala, ALTI Aceh Besar, serta para pegiat olahraga lari Aceh, lanjutnya.


"Dukungan ambulans dan pengamanan kegiatan difasilitasi oleh KONI Aceh Tengah. Kegiatan ini juga sangat terbantu dengan sambutan yang baik serta berada dibawah manajemen Pengurus Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Bener Meriah yang diketuai oleh Selvina Rahayu, juga didampingi oleh atlet Lari Trail Bener Meriah Iko Rafinda, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, "  jelasnya.


Berdasarkan hasil asesmen lapangan, kebutuhan mendesak masyarakat saat ini mencakup hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, perbaikan akses jalan dan jembatan, serta penyediaan fasilitas penerangan. Kebutuhan tersebut akan diteruskan kepada pihak berwenang dan pemangku kepentingan terkait.


Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada Minggu, 18 Januari 2026, dengan kepulangan tim relawan ke Banda Aceh. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan harapan, kekuatan mental, dan semangat gotong royong bagi masyarakat Aceh Tengah.


Red


Komentar

Tampilkan

Terkini