Setelah Budidaya, Kini Restorasi Cangkang Tiram

Minggu, 13 Maret 2022, Maret 13, 2022 WIB Last Updated 2022-03-13T15:17:38Z

 



Banda Aceh - Setelah sukses dengan budidaya tiram menggunakan ban bekas di Waduk Alue Naga Banda Aceh. Syardani M Syarif alias Teungku Jamaica, kini menjadi pelopor restorasi cangkang tiram untuk menjaga lingkungan Waduk Alue Naga secara berkelanjutan.


"Kegiatan restorasi cangkang tiram dilakukan dengan cara mengumpulkan limbah cangkang tiram yang berserakan, lalu diletakan kembali atau disebarkan di Waduk Alue Naga, " jelasnya saat ditemui media ini pada Sabtu (12/03) di Banda Aceh.


Tujuannya, selain untuk menjaga lingkungan dari permasalahan limbah cangkang tiram yang menumpuk di darat, cangkang yang dimasukkan ke dalam waduk dapat menjadi media untuk budidaya tiram, tambahnya.


"Cangkang tiram juga akan menjadi habitat untuk hewan laut lainnya. Juga menyediakan makanan untuk ikan, udang, kepiting dan lainnya, " urai Tengku Jamaica.


Dikatakannya, budidaya tiram selain  memberikan manfaat ekonomi, juga memberi manfaat lain seperti satu tiram dapat menyaring dan membersihkan air mencapai 50 gallon, atau setara dengan 189 liter air per hari.


"Tiram dapat memperbaiki kualitas air laut, serta mampu menjaga tingkat keasaman air laut. Untuk kawasan yang terjadi pencemaran air laut, tiram bisa dimanfaatkan untuk membersihkan air laut. Namun tiram tersebut tidak dapat dikonsumsi, " demikian ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut  turut melibatkan relawan dari Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), mahasiswa dari STKIP Al-Wasliyah,  Inkubator FEB USK, serta masyarakat sekitar pesisir, lanjutnya.



Soraya 
Komentar

Tampilkan

Terkini