Diam Diam Dinas Peternakan Aceh Punya Bisnis Beromzet 19,838 Miliar Rupiah Setahun

Selasa, 04 April 2023, April 04, 2023 WIB Last Updated 2023-04-05T01:44:36Z

 

Banda Aceh- Diam diam Dinas peternakan Aceh punya bisnis yang menggiurkan, mereka memiliki 50 ribu ayam petelur yang sudah berproduksi, dilokasi UPTD Blang Bintang dan UPTD Sare, kata Kepala BLUD Yessy Fandipa, MM, Selasa, (04/04) di Banda Aceh.

 

Dari UPTD Blang Bintang Yessy menjelaskan, memiliki 32 ribu ekor ayam petelur yang sudah berproduksi 78 persen. Dari UPTD Sare juga sudah berproduksi  85 persen dari 18 ribu ekor.  Di lokasi Sare mereka sudah menggunakan mesin produksi, sementara di Blang Bintang masih manual dalam pengelolaan kandang.

 

Dari kedua UPTD ayam petelur itu Dinas Peternakan Aceh sudah menghasilkan 40.260 butir telur setiap hari. Artinya dalam setahun  usaha ayam petelur milik UPTD ini sudah meraup 19,838 miliar Rupiah,  itu belum termasuk ayam apkiran yang dijual dagingnya.

 

Budidaya ayam petelur itu melibatkan  empat  tenaga kerja dan satu tenaga kontrak di Sare. Sementara di Blang Bintang tujuh tenaga kerja ditambah 5 tenaga kontrak untuk mengurus  ayam.

 

Modal Dibantu Pemerintah Aceh 8 Miliar Rupiah

Semula Pemerintah  Aceh kata Yessy  memberikan anggaran untuk UPTD ayam petelur sebanyak 8 miliar Rupiah. kemudian setelah satu periode  mereka berhasil mendapat hasil 13,5 miliar Rupiah.

 

Usaha ayam petelur ini kata Yessy masih sangat ketergantungan  dari luar. Untuk keperluan pakan dan obat-obatan, terkadang kalau Dolar naik, biaya operasional juga tinggi. Meskipun mereka sudah ada kerjasama dengan PT. Golden Utama, tetapi sifatnya masih juga membeli, kata dokter hewan wanita ini.

 

Yessy juga menyebut kendala usaha ayam petelur ketika harga di pasaran rendah, sementara operasional mereka tinggi, seperti untuk membeli bibit dan obat-obatan, semua masih dari luar.

 

Semua produksi telur dari  peternakan dikatakan Yessy masih untuk konsumen Aceh. Itupun  masih banyak sekali kekurangan telur ayam, kata dia. Selain dari Blang Bintang dan Sare, usaha ayam petelur ada juga di Nagan Raya, Sigli dan Aceh Utara, mereka usahanya dalam skala kecil milik pribadi, tandas Yessy.

 

 

Produksi ayam petelur dikatakan Yessi hanya sampai usia 18 bulan. Setelah itu sudah apkir, telurnya menurun, ambang batas keuntungan adalah ketika ayam masih 75 persen bisa bertelur. Tetapi bila sudah 65 persen  tidak menguntungkan lagi, tegas wanita berkulit terang itu.

 

Tarmizi Alhagu

 

 


Komentar

Tampilkan

Terkini