Aceh Serius Terapkan Ilmu Budidaya Sapi Modern

Selasa, 05 September 2023, September 05, 2023 WIB Last Updated 2023-09-09T05:26:16Z

 

 

Siswi SMKPP Mempraktekkan Inseminasi Buatan Pada Sapi

 

Banda Aceh-Dinas Peternakan Aceh makin serius mempersiapkan kader peternakan, di semua kabupaten dan kota seluruh Aceh, mereka juga melatih para siswa SMKPP dari beberapa kabupaten Di Aceh.

 

Kepala UPTD Inseminasi Buatan Dan Inkubator Sare Dr. Hendra Saputra S Pt, MM mengatakan pada Senin malam, (04/09), transfer ilmu peternakan itu dalam bentuk studi lapangan, dengan memperkenalkan langsung kepada mereka ilmu merawat kesehatan sapi.

 

Para Siswa Belajar Dikelas

Selain para siswa, mereka juga menerima para mahasiswa  Co As Kedokteran Hewan dari beberapa Universitas, seperti Unsyiah, Universitas  Gajah Putih, Al Muslim dan Uniki Bireun.

 

Puluhan Siswa SMKPP itu berasal dari Bireuen, Kuta Cane dan SMKPP Sare,  mendapatkan pembelajaran lapangan selama tiga bulan di Saree. Pembelajaran langsung dipraktekkan dengan pengenalan berbagai jenis sapi yang ada di UPTD IBI Sare, papar Hendra Saputra.

 

“Kita coba buka diri untuk pengembangan sumber daya manusia,  di sektor peternakan dan kesehatan hewan, " ujarnya.

 

Siswa Belajar Malam Hari

Kegiatan pendidikan lapangan di Saree telah mulai merubah pola budidaya sapi di Aceh, terutama Aceh Besar yang memiliki populasi terbanyak, hingga 80 ribu ekor sapi. Kini para peternak melakukan pengembang biakan sapi menggunakan Inseminasi Buatan.

 

Tingkat populasi sapi memang mulai bertambah di Aceh, walau berjalan sangat perlahan. Hanya Kabupaten Aceh Besar dan Bireun saja,  yang memiliki jumlah sapi sedikit banyak. Wilayah lainnya masih belum begitu serius menekuni bisnis peternakan sapi.

 

Hendra mengungkap ada kader peternakan bernama Juanda kini sudah berhasil mempraktekkan ilmunya. Dia tidak hanya merawat  sapi di lokasi tinggalnya Krueng Raya, tetapi juga diminta bantuan oleh warga Lampanah untuk merawat kesehatan sapi.

 

Juanda juga sudah terjun dalam bisnis sapi, dia membeli sapi-sapi yang enggan dirawat oleh pemiliknya. Lalu dibudidayakan selama beberapa bulan, kemudian menjualnya ke pasar hewan, ungkap Hendra.

 

Tarmizi Alhagu.

Komentar

Tampilkan

Terkini